Singaraja (Antara Bali) - Kabupaten Buleleng, Bali, boleh berbangga, karena daerah yang berada di ujung utara Pulau Dewata itu ternyata memiliki sekolah penerbangan,  Bali International Flight Academy (BIFA), yang mampu cetak pilot profesional dan berkualitas.

Pembina siswa I Nyoman Selamet kepada pers di Singaraja, Sabtu, mengatakan sekolah penerbangan yang berlokasi di kawasan Air Strip Desa Sumberkima, Kecamatan Grokgak, Buleleng itu, ternyata sudah berhasil mencetak 75 orang pilot di Indonesia.

BIFA yang berdiri di atas lahan seluas 7.000 meter persegi, dilengkapi dengan fasilitas standar nasional, memiliki kapasitas mahasiswa 75 orang setiap angkatan.

"Sekolah penerbangan di Bali itu, memiliki para instruktur berpengalaman dari dalam dan luar negeri, sehingga sekolah ini bukan sekedar akademi biasa, melainkan lembaga yang mampu mencetak pilot profesional," ujar Selamet yang Purn. Letkol polisi itu.

Hingga saat ini, BIFA telah memanfaatkan instruktur dari luar yang jumlahnya 13 pilot yang di antaranya berasal dari Amerika Serikat, India dan New Zeland, sedangkan dari dalam negeri hanya dua pilot.

Selaku pembina yang asal Bali, Selamet menyayangkan minimnya minat kalangan remaja, pemuda Bali yang masuk ke sekolah penerbangan ini, padahal BIFA ada di Buleleng.

Penyebabnya, kata pembina siswa itu, belum diketahui secara pasti apakah karena takut menjadi pilot ataukah kurang sosialisasi, padahal sekolah ini sudah memasuki angkatan ke-7.

Padahal, setiap angkatan, sudah dijatah satu orang untuk mendapatkan beasiswa atas rekomendasi Bupati Buleleng, sepanjang mereka lulus dalam seleksi, tambah mantan pengurus Kwarcab Pramuka Buleleng tersebut.

Namun demikian, dia mengaku bangga kendati hanya empat orang putra Bali yang telah berhasil mengikuti pendidikan pilot itu yang berasal dari Denpasar tiga orang serta dari Kabupaten Bangli satu orang.

Sedangkan siswa lainnya yang sudah tamat maupun yang masih berada dibangku kuliah kebanyakan berasal dari Jakarta, Pulau Jawa dan dari Batam.

BIFA yang merupakan salah satu sekolah penerbangan dari enam lembaga pendidikan di Indonesia, dikemukakan Selamet, ternyata sekolah penerbangan di Buleleng ini yang paling baik.

Kini jumlah siswa di BIFA mencapai 75 orang, dan akhir Juli sejumlah 25 siswa lagi akan menamatkan pendidikannya, dan GIA siap menampung lulusan sekolah penerbangan di Buleleng itu.(*/T007)

Editor: Masuki
COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarabali.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar