Denpasar (Antara Bali) - Dinas Kesehatan Kota Denpasar melakukan berbagai upaya untuk menekan kasus demam berdarah dengue (DBD) yang menyebar di berbagai wilayah kecamatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar dr. Luh Putu Sri Armini di Denpasar, Rabu mengatakan berbagai langkah dilakukan Dinas Kesehatan bersama masyarakat Denpasar.

Ia mengatakan untuk menekan DBD tahun 2016 telah melakukan berbagai langkah antisipasi sejak dini, antara lain gerakan serentak (Gertak) PSN-DBD ke rumah-rumah penduduk dan tempat-tempat umum sekaligus menaburkan racun pembasmi jentik (abatisasi massal) oleh 474 juru pemantau jentik (Jumantik) setiap hari bersama anggota keluarga (KK), yang dilakukan sejak 18 September hingga 17 Oktober 2015.

Disamping itu melakukan "fogging" atau penyemprotan massal mulai November hingga Desember 2015 seluruh desa dan kelurahan, baik secara swadaya maupun oleh pemerintah.

"Kami juga melakukan penyelidikan epidemiologi dan fogging fokus pada setiap kasus DBD yang ada indikasi untuk penyemprotan. Penyuluhan tentang pencegahan dan pemberantasan DBD. Termasuk juga melakukan abatisasi massal tahap ke-2 sejak bulan Desember 2015 hingga Februari 2016," ujar Sri Armini didampingi Kepala Bidang Bina Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Ida Bagus Eka Putra.

Sri Armini menambahkan untuk mengetahui dampak dari semua kegiatan pencegahan yang dilakukan pihaknya rutin melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi serta tindak lanjut.

"Kami harapkan masyarakat waspada terhadap nyamuk penular penyakit DBD (Aedes aegypti). Penyakit DBD belum ada obatnya, sedangkan vaksin untuk mencegah penyakit ini juga belum ada. Oleh karena itu cara yang paling baik untuk mencegah penyakit ini adalah dengan memberantas jentik nyamuk penularnya," ucapnya.

Pemberantasan tersebut lebih dikenal dengan istilah pemberantasan sarang nyamuk demam berdarah dengue (PSN-DBD) dengan cara 4M-Plus, yaitu menguras, menutup, mengubur, memantau wadah air yang berpotensi sebagai tempat perindukan nyamuk Aedes aegypti dan plus menaburkan racun pembasmi jentik atau abatisasi.

Melalui berbagai kegiatan tersebut kasus DBD di Kota Denpasar dapat ditekan dengan signifikan.

Berdasarkan data pada tahun 2014 terjadi sebanyak 1.857 kasus, tahun 2015 sebanyak 1.576 kasus, kasus DBD bulan Januari 2015 sebanyak 49 kasus dan bulan Januari 2016 sebanyak 19 kasus. (WDY)

Pewarta: Pewarta: I Komang Suparta
: I Gusti Bagus Widyantara

COPYRIGHT © ANTARA 2026