Denpasar (Antara Bali) - Badan Lingkungan Hidup Provinsi Bali merangkul berbagai pihak termasuk Balai Besar PULP dan Kertas (BBPK) yang bernaung di bawah Kementerian Perindustrian untuk mendaur ulang sampah menjadi produk yang bernilai ekonomis.

"Kerja sama dengan BBPK dan menggandeng Tetra Pak Indonesia diharapkan mampu mengolah sisa-sisa yang tidak berguna itu menjadi berbagai jenis kertas," kata Kepala BLH Bali Anak Agung Gede Alit Satrawan di Denpasar, Rabu.

Ia mengatakan, Tetra Pak Indonesia selama ini sudah membuka kantor cabang di Bali untuk melakukan pemilahan sampah guna dijadikan bahan baku kertas.

Hasil dari pemilahan sampah dikirim untuk bahan baku pabrik kertas di Jawa timur.

"Dengan telah terjalinnya kerjasama antara Pemprov Bali, BBPK dan Tetra Pak Indonesia dalam melakukan pemihanan sampah ke depan diharapkan bisa diolah di Bali," harap Alit Sastrawan.

Kertas dari hasil upaya mendaur ulang sampah diharapkan bisa diserap oleh pasar di Bali, mengingat kebutuhan kertas untuk berbagai kepentingan di Bali cukup besar.

"Tahap pertama dalam usaha sosialisasi diharapkan satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) tingkat provinsi maupun kabupaten kota se Bali memelopori untuk memanfaatkan kertas hasil olahan dari sampah," harap Alit Satrawan.

Selain itu akan merangkul pihak perhotelan dan komponen pariwisata untuk menggunakan kertas hasil olahan dari sampah. Upaya tersebut sekaligus mendukung promosi sektor pariwisata di Pulau Dewata.

Wisatawan mancanegara dengan melihat dan langsung memakai kertas hasil pendaurulangan sampah di hotel tempatnya menginap masing-masing akan menyebarluaskan setelah kembali ke negara asalnya.

Upaya tersebut diharapkan mampu memberikan dampak positif untuk mewujudkan Bali bebas sampah plastik tahun 2013, sekaligus Bali menjadi provinsi hijau dan bersih (Green Province).

Alit Sastrawan menambahkan, volume sampah yang tercatat pada tempat penampungan akhir (TPA) di Bali setiap harinya rata-rata mencapai 5.094 meter. Di luar TPA yang selama ini belum tertangani diperkirakan dua hingga tiga kali lipat.

Potensi sampah tersebut merupakan bahan baku pabrik kertas dan hasil pendaur ulang lainnya yang memiliki nilai ekonomis tinggi, ujar Alit Sastrawan.(*)


: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026