"Generasi muda Hindu jangan hanya menunggu dan bertumpu pada lapangan pekerjaan yang sudah ada, karena persaingan semakin ketat. Kita harus mampu menciptakan lapangan pekerjaan minimal untuk diri sendiri," kata Sudikerta pada saat membuka Diiklat Kewiraswastaan di Denpasar, Sabtu.
Dalam kesempatan itu, Sudikerta sangat mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma (KMHDI) Cabang Kabupaten Badung itu.
Menurut dia, melalui diklat kewirausahaan seperti ini adalah salah satu usaha dalam membantu Pemerintah Provinsi Bali untuk mempercepat usaha pengentasan kemiskinan.
"Dengan adanya diklat-diklat seperti ini diharapkan bisa membentuk pemuda-pemudi yang kreatif yang akan mampu membangun lingkungan tempat tinggalnya," ujarnya.
Sudikerta mengemukakan bahwa kondisi masyarakat miskin di Bali ada empat kategori yaitu: sangat miskin, miskin, hampir miskin dan rentan miskin.
Bagi masyarakat yang sangat miskin Pemerintah Provinsi Bali telah secara gencar memberikan bantuan dengan program bedah rumah, Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM), beasiswa miskin, dan sebagainya.
Sedangkan bagi tiga kategori lainnya harus dientaskan dengan program-program yang mampu membangkitkan mereka dari keterpurukan ekonomi seperti Gerakan Pembangunan Desa Terpadu (Gerbangsadu) dan Sistem Pertanian Terintegrasi (Simantri).
Sudikerta menambahkan, dengan diklat seperti itu, para mahasiswa khususnya anggota KMHDI bisa mengambil peran di dalam program-program yang sudah di gelontorkan oleh pemerintah.
Selain itu, dia juga mengimbau seluruh generasi muda Hindu untuk terus menjaga adat, budaya dan Agama Hindu yang ada di Bali, karena hanya dengan menjaga kelestariannya, maka visi pemerintah untuk membangun masyarakat Bali yang maju aman, damai dan sejahtera segera akan terwujud.
Sementara itu, Ketua Pengurus Cabang KMHDI Kabupaten Badung, I Ketut Bagus Arjana Wira Putra mengatakan diklat tersebut memang dilaksanakan dalam rangka untuk mendukung program-program Pemerintah Provinsi Bali.
Di sisi lain, kegiatan tersebut juga merupakan bagian dari proses kaderisasi yang ada di KMHDI karena diikuti perekrutan anggota baru, diklat jurnalistik, diklat manajemen, diklat politik, diklat advokasi, diklat kewirausahaan dan kaderisasi informal yang dilakukan di masyarakat.
"Dengan lulus proses kaderisasi KMHDI diharapkan nantinya seluruh anggota KMHDI mampu bersaing di masyarakat baik di bidang ekonomi, sosial dan politik, dan mampu menjadi pemimpin-pemimpin bangsa yang diteladani," katanya.
Diklat-diklat seperti itu juga diharapkan mampu mempersiapkan para generasi muda hindu dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015.
Diklat itu menghadirkan pembicara-pembicara seperti Putu Sudiarta dari JAPHA dengan topik "Strategi menciptakan Wiraswasta Profesional", Komang Tri Dhramaja, dari JCI dengan topik "Strategi Wirausaha Menghadapi MEA 2015" dan Ketut Soe Tanjuh dari Warung Mina Group dengan tema "Cara Meningkatkan Pengusaha Lokal Menghadapi MEA 2015". (WDY)
Pewarta: Oleh Ni Luh Rhismawati: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026