Denpasar (ANTARA) - BPJS Kesehatan Cabang Denpasar memaksimalkan aksi keliling menyasar warga banjar (dusun) dan perdesaan untuk mendongkrak tingkat kepesertaan aktif melalui sosialisasi langsung.

“Kami memanfaatkan kanal layanan tatap muka dan ada juga tanpa tatap muka,” kata Asisten Deputi Bidang Sumber Daya Manusia (SDM), Umum dan Komunikasi Kedeputian BPJS Kesehatan Wilayah XI Made Sukmayanti di Denpasar, Bali, Jumat. 

Berdasarkan data hingga April 2026, jumlah peserta terlindungi JKN di Bali mencapai 4.395.694 jiwa atau 99,81 persen dari jumlah penduduk di Bali mencapai 4.404.281 jiwa.

Namun, peserta JKN yang aktif mencapai 3.929.447 atau 89,22 persen.

Ia memperkirakan masih adanya celah peserta tidak aktif karena ada peserta khususnya kategori mandiri yang menunggak pembayaran iuran.

Selain itu, ada juga transisi peserta yang sebelumnya masuk kategori penerima bantuan iuran (PBI) beralih ke mandiri karena didukung peningkatan kondisi ekonomi, hingga anak yang sudah tidak masuk tanggungan pemberi kerja karena sudah masuk kuliah atau angkatan kerja.    

Made Sukmayanti menambahkan apabila peserta JKN tidak aktif, dikhawatirkan terkendala ketika memerlukan perawatan medis di fasilitas kesehatan.

Untuk itu, dalam sosialisasi aksi keliling, pihaknya menginformasikan sejumlah layanan yang dapat diakses masyarakat apabila menunggak salah satunya melalui fasilitas rehab melalui aplikasi mobile JKN.

Selain itu, untuk mempermudah layanan pihaknya mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan daring yaitu melalui layanan administrasi berbasis pesan WhatsApp pada nomor 08118165165, mobile JKN, website hingga kode QR fasilitas kesehatan.

 



Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026