Surabaya (Antara Bali) - Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Marsetio menyaksikan ribuan prajurit Korps Marinir TNI AL muncul dari liang (lubang dalam tanah) untuk akhirnya membentuk barisan.
Barisan ribuan prajurit itu merupakan peserta upacara peringatan HUT ke-69 Korps Marinir TNI AL di Lapangan Tembak FX. Soepramono, Karang Pilang, Surabaya, Senin.
Pewarta Antara di lokasi upacara peringatan HUT ke-69 Korps Marinir itu melaporkan para prajurit keluar dari liang yang memang sudah dipersiapkan itu bersamaan dengan bunyi ledakan dan kepulan asap tebal yang membumbung tinggi.
Selain itu, para prajurit Korps Marinir lainnya hadir ke tengah lapangan dengan menggunakan payung parasut dari udara dan sebagian lainnya memasuki lapangan dengan berlari dari balik tanggul di tepi lapangan tembak FX. Soepramono itu.
Begitu juga dengan tujuh prajurit yang bertugas sebagai pengucap Sapta Marga, mereka harus mampu bertahan menunggu giliran tampil dengan berjongkok di lubang-lubang tanah berukuran kecil dan tertutup samaran alam yakni rerumputan yang tumbuh subur di tengah lapangan tembak.
Akhirnya, mereka muncul secara mengejutkan di depan mimbar upacara yang merupakan tempat KSAL Laksamana TNI Dr. Marsetio berdiri sebagai Inspektur Upacara (Irup), bahkan seorang dari ketujuh prajurit itu yakni Lettu Mar Khumaidi sempat menyerahkan lukisan sketsa KSAL saat menunggu di dalam liang itu selama 12 menit.
Upacara HUT Korps Baret Ungu itu sesuai hari terbentuknya sejatinya dilaksanakan pada tanggal 15 November, namun dilaksanakan pada 17 November 2014 untuk menyesuaikan dengan agenda acara lain. Upacara yang bertema "Bersama Rakyat Membangun Negeri" itu melibatkan 5.054 prajurit Korps Marinir TNI AL yang terbagi menjadi dua divisi upacara.
Bertindak sebagai Komandan Upacara adalah Kolonel Marinir Yohannes Rudy Sulistyanto yang sehari-hari menjabat sebagai Komandan Brigade Infanteri-1 Korps Marinir TNI AL, sedangkan Komandan Defile adalah Kolonel Marinir Edy Prakoso yang sehari-hari menjabat sebagai Komandan Brigade Infanteri-2 Korps Marinir TNI AL.
Selain ribuan prajurit, upacara ini juga melibatkan berbagai jenis kendaraan dan material tempur yang dimiliki Korps Marinir TNI AL, di antaranya 18 unit BMP-3F, Kapa 61 (sembilan unit), LVT-7 (5), Kapa PTS (3), PT-76 (M) (21 unit), BTR-50 P (M/K) (18 unit), BVP-2 (3), How-105 (9), Sea Rider (4), dan puluhan unit kendaraan bermotor.
Menjelang pidato HUT, KSAL sempat menyemat vandel "Unggul Jaya", piala bergilir, dan pemberian uang pembinaan kepada Komandan Batalyon Infanteri 4 Korps Marinir Letkol Mar Nanang Saefulloh yang menjadi juara umum (unggul) dalam lomba Pembinaan Kesatuan (Binsat) Korps Marinir 2014.
Selain itu, KSAL juga menyerahkan hadiah kepada Dan Yonif 2 Marinir Letkol Mar Bob Osianto Siregar sebagai juara umum 2, serta hadiah kepada Dan Yonif 3 Marinir Letkol Mar Agus Gunawan Wibisono sebagai juara umum 3. KSAL juga menyerahkan satya lencana "Wira Dharma" kepada prajurit yang berjasa dalam Satgas Pengamanan Pulau Terluar di Ambalat.
"Kalian (prajurit Korps Marinir TNI AL) merupakan salah satu dari prajurit TNI AL yang kami miliki, tapi kalian jangan merasa bangga dan membusungkan dada, tapi kalian harus tetap waspada dan meningkatkan profesionalisme dengan berlatih, tingkatkan keimanan, jaga soliditas TNI-Polri, dan jangan terjebak kepada sesuatu yang fenomenal," kata KSAL.
Peringatan HUT ke-69 Korps Marinir yang juga dihadiri jajaran TNI-Polri dan perwakilan negara sahabat itu dimeriahkan dengan tarian kolosal "Nusantara" yang melibatkan lebih dari 900 personel dan Jalasenastri Marinir Wilayah Timur yang mengenakan pakaian adat Padang, Jawa, Dayak, dan sebagainya.
Selain itu juga ada demo "Serangan Kilat" dari gabungan infanteri dan kesenjataan Marinir yang menceritakan pergeseran material tempur tank BMP-3F yang dihadang oleh gerombolan bersenjata dan menyandera pengemudi opleger. Dengan kemampuan yang dimiliki, kru/awak BMP-3F mampu meloloskan diri dengan kendaraan tempurnya.
Selanjutnya, awak kendaraan tempur segera meminta bantuan kepada satuan atas dengan tetap melakukan pengikatan dengan tembakan, lalu Resimen Artileri Marinir membantu dengan segera menembakkan meriam howitzer 105 mm untuk melumpuhkan musuh. Demikian juga dengan Satuan Kavaleri dengan tank BMP-3F dan BTR-50 serta Satuan Infanteri dan Satuan Zeni Tempur Korps Marinir juga membantu.
Peringatan HUT ke-69 itu diakhiri dengan Free Fall 12 prajurit Pasukan Khusus yang melaksanakan kerja sama udara Canopy Relative Work (CRW) dan Flag Jump dengan membawa bendera-bendera satuan, bendera merah putih, Mabes TNI, Mabesal, dan Marinir, lalu defile pasukan dan kendaraan tempur. (WDY)
