Wagub Sudikerta selaku Ketua Harian Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) Provinsi Bali pada Rapat Koordinasi Pembahasan Perkiraan jumlah ODHA di Denpasar, Kamis.
Sajian data tersebut dinilai terlalu besar dan kemungkinan belum mencerminkan fakta yang sesungguhnya.
Ia mengharapkan untuk dilakukan akurasi data agar dapat diambil langkah strategis dalam penanganan kasus HIV/AIDS.
Selain itu juga menyampaikan keprihatinannya atas tingginya estimasi jumlah ODHA yang dirilis oleh pusat.
Wagub Sudikerta mengharapkan jajarannya melakukan evaluasi untuk memperoleh data yang yang akurat terkait keberadaan penderita HIV/AIDS di Pulau Dewata.
Validasi data sangat penting karena terkait erat dengan upaya penanganan kasus hilangnya kekebalan daya tubuh.
Wagub Sudikerta menginstruksikan KPA Kabupaten/Kota melakukan langkah-langkah strategis dalam menyikapi persoalan tersebut.
Langkah yang dapat diambil di antaranya melakukan survei yang benar dan akurat terkait keberadaan ODHA. Selanjutnya, data tersebut agar dikoordinasikan dengan KPA Provinsi.
Selain persoalan akurasi data, Wagub Sudikerta juga menyinggung berbagai upaya strategis penanganan kasus HIV/AIDS yang belakangan memang makin mengkhawatirkan.
"Saya minta kabupaten/kota melakukan langkah strategis dan mensinergikan program dengan provinsi. Benahi regulasi dan buat program penanggulangan yang lebih jelas dan pasti," pintanya.
Koordinator Pokja Perencanaan dan Monev KPA Provinsi Bali Prof Wirawan menyampaikan keraguannya atas estimasi data penderita HIV/AIDS yang dirilis oleh pusat.
Kemungkinan, kata dia, terjadi kesalahan saat melakukan penentuan estimasi. "Dapat saya laporkan, dimana jika dilihat dari data kumulatif dari tahun 1987-2014, jumlah ODHA di Bali mencapai 9.477 orang, terdiri dari atas 4.455 penderita AIDS dan 5.022 penderita HIV.
Jika ditarik dari data tersebut, estimasi tahun 2014 kami perkirakan masih 6.000 ODHA, paparnya.
Prof Wirawan menilai, masih diperlukan kajian ulang atas data estimasi tersebut. (WRA)
Pewarta: Oleh I Ketut Sutika: I Gede Wira Suryantala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.