"Mereka secara tidak langsung diajarkan tentang disiplin, etika dan estetika, karena dolanan seperti `mebarong-barongan` yakni belajar memainkan barong mengandung nilai luhur budaya bangsa," kata Dr I Gusti Ayu Srinatih, dosen Fakultas Seni Pertunjukan ISI Denpasar, Selasa.
Ia mengatakan, lewat permainan itu anak-anak secara tidak langsung mendapatkan penanaman nilai budaya yang positif terhadap perkembangan jiwa anak, sehingga mereka akan memiliki karakter kepribadian yang kuat.
Demikian pula dari segi religius mengandung makna yang mengacu pada nilai-nilai yang berkaitan dengan ketaatan beragama, karena kegiatan ritual merupakan bagian yang tidak terpisahkan.
Hal itu tercermin mulai dari proses awal penggarapan hingga pada saat pementasan seperti yang ditampilkan duta seni Kabupaten Badung pada Pesta Kesenian Bali (PKB), aktivitas seni tahunan yang berlangsung di Taman Budaya Denpasar.
Srinatih menjelaskan, permainan anak-anak itu juga mengandung makna kebersamaan yang tercermin lewat kompleksitas pertunjukan yang dihasilkan berkat dukungan penari, penabuh dan semua pihak yang mendukungnya.
Hasil tindakan kolektif itu melahirkan makna kebersamaan. Unsur tontonan sangat ditekankan dalam garapan baru "dolanan mebarong-barongan" sehingga mampu memberikan hiburan segar kepada penonton. (ADT)
Pewarta: Oleh I Ketut Sutika: I Nyoman Aditya T I
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.