"Kami menginstruksikan kepada `bendesa` (kepala desa adat) terhadap penduduk pendatang untuk mengantisipasi eksodus dari Dolly," kata Wakil Bupati Klungkung I Made Kasta di Semarapura, Jumat.
Menurut dia, kewaspadaan itu penting untuk meminimalkan merebaknya wabah HIV/AIDS di daerah yang dikenal dengan sebutan "Bumi Serombotan" itu.
"Sampai saat ini HIV/AIDS telah membunuh 19 warga kami," kata Kasta yang juga Ketua Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) Kabupaten Klungkung itu.
Ia tidak ingin daerahnya menjadi semacam tempat pelarian para pekerja seks komersial untuk membuka praktik setelah lokalisasi Dolly ditutup.
"Beberapa kepala daerah di Bali memang sudah memprediksi adanya pelarian PSK dari Dolly itu," ujarnya. (M038)
Pewarta: Oleh Putu Arthayasa: M. Irfan Ilmie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.