Denpasar (Antara Bali) - PT Kereta Api Indonesia pada Hari Raya  Idul Fitri 2010 kembali akan menerapkan angkutan komunitas, kata Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Ignasius Jonan di Nusa Dua, Bali, Rabu.

"Angkutan komunitas itu adalah bagi penumpang yang membawa sepeda motor untuk mudik ke kampung halaman, dengan sepeda motornya bisa ditumpangkan sekalian di kereta api," katanya.

Ia mengatakan, program pelayanan ini sudah mulai diterapkan sejak 2009, sehingga penumpang dari Jakarta tujuan Pulau Jawa (Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat) tidak lagi pulang harus mengendarai sepeda motornya.

"Pelayanan ini sebagai upaya menekan angka kecelakaan bagi pengendara sepeda motor di jalan raya pada musim lebaran," ucapnya.

Ignasius menjelaskan, pelayanan komunitas ini sangat hemat dan efektif karena biayanya sangat terjangkau, yaitu sebesar Rp300 ribu untuk pasangan suami istri dan dua anak serta ditambah satu unit motor.

"Antusias warga untuk mendapatkan pelayanan ini sangat tinggi, terbukti tahun lalu pemesanan tiket program tersebut meningkat," katanya.

Sementara terkait dengan pertemuan pimpinan perusahaan kereta api se-ASEAN yang digelar hingga Kamis (15/7), Ignasius mengatakan, Indonesia tahun 2010 sebagai tuan rumah pertemuan pimpinan perusahaan kereta api se-ASEAN ke-32.

"Hasil pertemuan yang bertajuk "Toward Optimizing Our Commonalities for The Mutual Benefits of The Asean Railways'itu, kita harapkan akan mendapatkan pengetahuan dan masukan dalam pengelolaan angkutan kereta api di tanah air," katanya.

Dikatakannya, peserta kegiatan tahunan itu diharapkan sedikitnya 150 peserta dari negara anggota ASEAN.

"Delegasi yang hadir antara lain Vietnam, Kamboja, Malaysia, Thailand, Laos, Philipina, Myanmar dan Indonesia," ujarnya.       

Melalui pertemuan itu, kata dia, dia berharap semua peserta  dapat saling membantu membangun kekuatan di bidang transportasi, serta mengoptimalkan kekuatan yang dimiliki bersama, demi kemajuan dunia perkeretaapian di negara-negara ASEAN.

"Kita ketahui bahwa setiap negara anggota ASEAN memiliki demografi, jaringan kereta api, cakupan pelayanan dan sumber daya manusia yang berbeda antara satu dengan yang lainnya," katanya.

Dikatakannya, tuntutan akan kereta api saat ini sudah waktunya seperti negara maju, yaitu membuat kereta api cepat mengikuti perkembangan teknologi modern dan menjadi tulang punggung transportasi darat.

"Kami berharap kepada pemerintah dapat membantu mewujudkan kereta api yang modern serta bahan bakar hemat energi," ucap Ignasius.

Forum ASEAN Railway CEO (ARCEO) digagas pertama kali oleh Indonesia, selanjutnya dilaksanakan silih berganti menjadi tuan rumah penyelenggaraan dari 10 negara anggota ASEAN.(*)


: Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026