"Mereka sengaja datang berombongan dari daerah Jawa Tengah untuk melancarkan aksi pencopetan di sejumlah tempat di Bali, terutama di Kota Denpasar dan kawasan Badung," kata Kapoltabes Denpasar Kombes Pol Gde Alit Widana di Denpasar, Jumat.
Ia menyebutkan, kehadiran komplotan copet yang jumlahnya sekitar sepuluh orang itu terungkap setelah salah seorang dari mereka berhasil diringkus saat beraksi di daerah wisata Kuta, Kabupaten Badung.
Ny Suarni (39), anggota "gang" copet yang mengaku datang bersama komplotannya dari Jawa Tengah, ditangkap petugas satpam saat mencopet seorang mahasiswi di Toko TS Sogo Market di Jalan Dewi Sri, Kuta, Selasa (11/5).
Setelah ditangkap satpam dengan barang bukti sebuah handphone Blackberry yang diambil dari dalam tas milik korbannya, tersangka Ny Suarni selanjutnya diserahkan kepada pihak Polsek Kuta.
Dikatakan, ibu rumah tangga itu awalnya bungkam saat dimintai keterangan oleh polisi, namun setelah dilakukan pengembangan, ia pun mulai buka mulut dengan mengaku sebagai salah seorang anggota "gang" copet yang sengaja datang bersama rombongan ke Bali.
Bersamaan dengan itu, lanjut Kombes Widana, pihaknya juga mendapat keterangan bahwa delapan orang anggota kawanan copet yang sebagian besar adalah wanita, diketahui sedang menginap di salah satu hotel di Kota Denpasar.
Namun malang, kata dia, petugas tidak berhasil menemukan mereka yang keburu kabur dari hotel tersebut.
"Kami duga, setelah mereka tahu ada temannya yang ditangkap, buru-buru meninggalkan hotel tempatnya menginap," katanya.
Senada dengan Kapoltabes, Kapolsek Kuta Iptu Boni menyebutkan, dari pengakuan tersangka Ny Suarni terungkap bahwa komplotan copet yang cukup terkoordinasi itu telah berada di Bali sejak 8 Mei lalu, yakni tiga hari sebelum salah seorang anggotanya tertangkap.
Selama berada di Bali, rombongan sekitar sepuluh orang itu disebar ke sejumlah pasar, toko swalayan dan tempat keramaian lainnya untuk melancarkan aksi pencopetan.
Setelah berhasil "merampas" harta atau barang milik orang lain, anggota komplotan itu kembali menyatu di suatu tempat atau hotel yang telah ditentukan.
Tersangka Ny Suarni belum menyebutkan berapa banyak uang tunai atau harta benda yang telah berhasil mereka gaet selama menjalankan aksi bersama komplotannya di Bali. "Dia belum menjelaskan tentang hal itu," kata Kapolsek Boni.
Guna memburu kawanan yang diduga masih tinggal secara berpindah-pindah, Poltabes Denpasar telah menyebar tim busernya ke sejumlah daerah, termasuk melakukan koordinasi dengan petugas jaga pada pintu keluar masuk Pulau Dewata.
Sementara untuk pengusutan lebih lanjut, tersangka Ny Suarni ditahan pihak Polsek Kuta.(*)
Editor : Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.