Denpasar (ANTARA) - Pemerintah Kota Denpasar terus mendorong pengembangan urban farming berbasis agrowisata sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi masyarakat perkotaan yang berkelanjutan.
Ketua TP-PKK Kota Denpasar Sagung Antari Jaya Negara saat meninjau budi daya tanaman anggur di Subak Peraupan Barat, Denpasar Utara, Rabu, mengatakan keberadaan kebun anggur di tengah kawasan perkotaan menjadi bukti kreativitas petani dalam memanfaatkan lahan terbatas secara produktif melalui konsep urban farming.
Menurutnya, kebun anggur tersebut juga memiliki potensi dikembangkan menjadi agrowisata petik anggur sekaligus mendukung pengembangan produk olahan hasil pertanian.
“Keberadaan kebun anggur ini juga dapat dimanfaatkan sebagai agrowisata petik anggur. Selain itu, hasil produksinya dapat diolah menjadi berbagai produk turunan,” ujarnya.
Ia berharap para petani tetap semangat dan terus produktif dalam mengembangkan sektor pertanian di Kota Denpasar.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar AA Gde Bayu Brahmasta mendorong pemanfaatan lahan pekarangan yang produktif dan bernilai ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat perkotaan.
Menurutnya, budi daya anggur memiliki potensi besar dikembangkan sebagai inovasi pertanian modern di Kota Denpasar, karena didukung kondisi iklim yang hangat dan paparan sinar matahari yang cukup sepanjang tahun.
“Budi daya anggur di wilayah perkotaan dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai salah satu inovasi pertanian modern di Kota Denpasar,” katanya.
Ia menjelaskan tanaman anggur juga memiliki nilai ekonomi cukup tinggi dengan harga jual mencapai Rp70 ribu hingga Rp100 ribu per kilogram tergantung jenis dan kualitas buah.
Selain itu, tanaman anggur dapat dibuahkan sepanjang musim melalui teknik pemangkasan dan perawatan yang tepat tanpa perlu melakukan penanaman ulang setelah panen.
“Melalui kegiatan ini, Dinas Pertanian Kota Denpasar berharap budi daya anggur dapat menjadi salah satu ikon pengembangan urban farming sekaligus mendorong terciptanya pertanian modern yang diminati generasi muda,” ujarnya.
Sementara itu, Pengelola Kebun Anggur Subak Peraupan Barat Wayan Sudarsana menjelaskan kebun yang dikelolanya memiliki luas enam are dengan sekitar tiga are ditanami anggur dan sisanya tanaman hortikultura lainnya.
“Kebun anggur ini mulai aktif sejak tahun 2023. Saat ini sudah ditanami belasan hingga puluhan varietas anggur berkualitas,” katanya.
Ia menambahkan panen anggur dapat dilakukan hingga tiga kali dalam setahun dengan hasil panen kali ini diperkirakan mencapai 10 hingga 15 kilogram anggur.
Pewarta: Rolandus NampuEditor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026