Jakarta (ANTARA) - Ekonom sekaligus pakar kebijakan publik UPN Veteran Jakarta Achmad Nur Hidayat mengatakan bahwa kehadiran Presiden Prabowo Subianto untuk membacakan langsung kerangka Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 demi membangun kepercayaan publik dan investor.

Ia mengatakan tantangan ekonomi Indonesia saat ini tidak hanya terkait pertumbuhan, tapi juga mengenai persepsi publik terhadap masa depan perekonomian nasional.

“Urgensi utama dari pidato langsung Presiden sebenarnya terletak pada kebutuhan membangun kembali kepercayaan,” ujar Achmad Nur Hidayat saat dihubungi ANTARA dari Jakarta, Rabu.

Menurut dia, dalam beberapa bulan terakhir mulai muncul kecemasan publik terhadap kondisi fiskal negara. Defisit APBN memang masih terkendali secara formal tapi tekanan pembiayaan semakin berat, sedangkan penerimaan negara mulai menghadapi perlambatan seiring turunnya harga komoditas global.

Sementara itu, lanjutnya, kebutuhan belanja pemerintah meningkat tajam, mulai dari subsidi energi, program Makan Bergizi Gratis (MBG), pembangunan infrastruktur, hingga berbagai program populis lainnya.

Ia mengatakan saat para pelaku pasar melihat arah fiskal berpotensi melebar tanpa kepastian sumber pendapatan yang kuat seperti itu, maka yang akan muncul adalah sikap kehati-hatian.

“Investor membaca situasi ini dengan sangat sensitif. Mereka tidak hanya melihat angka APBN, tetapi juga konsistensi kebijakan,” kata Achmad.

Untuk menjawab kecemasan publik tersebut, menurut dia, kehadiran Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan pidato terkait Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027 pada Rabu pagi ini tentu sangat penting. 

Melalui langkah tersebut, ia menilai pemerintah berupaya untuk menunjukkan bahwa kendali ekonomi tetap berada di tangan pimpinan negara, bukan berjalan sendiri-sendiri di bawah berbagai kementerian teknis.

“Pidato Presiden hari ini menjadi lebih dari sekadar seremoni kenegaraan. Ia berubah menjadi panggung penegasan arah ekonomi nasional. Kehadiran Presiden juga dapat dibaca sebagai upaya meredam spekulasi negatif,” kata Achmad menambahkan.

Pada tahun-tahun sebelumnya, pidato pendahuluan KEM-PPKF RAPBN biasanya dibacakan oleh Menteri Keuangan. Baru kali ini pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Presiden.

Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun menyebutkan penyampaian pidato Presiden Prabowo Subianto tentang KEM-PPKF menjadi tradisi baru dalam penyampaian kerangka ekonomi makro di DPR.

Presiden Prabowo Subianto pun mengungkap alasan dirinya menyampaikan langsung pidato pendahuluan RAPBN 2027 di Kompleks Parlemen DPR/MPR RI, Jakarta, Rabu, karena Indonesia saat ini sedang menghadapi tantangan geopolitik dan geoekonomi global yang penuh konflik, ketegangan, dan ketidakpastian.

"Kita sekarang sebagai bangsa menghadapi tantangan geopolitik dan geoekonomi yang penuh dengan konflik, ketegangan, dan ketidakpastian. Oleh karena itu, karena kondisi yang kita hadapi seperti ini, saya berpendapat bahwa Presiden Republik Indonesia harus hadir langsung menyampaikan pokok-pokok pikiran perekonomian dan pengelolaan negara," ujar Prabowo.



Pewarta: Uyu Septiyati Liman
Editor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026