Badung (ANTARA) - Kabupaten Badung, Bali, mengintegrasikan pelayanan kesehatan dengan pengelolaan lingkungan melalui kegiatan Semarak Posyandu Badung 2026 yang dirangkaikan dengan Gerakan Badung Peduli Residu.

“Semarak Posyandu tahun ini kami rangkaikan dengan peluncuran gerakan penanganan sampah residu yakni Badung Peduli Residu,” ujar Ketua TP PKK Badung Rasniathi Adi Arnawa di Banjar Kembangsari, Desa Blahkiuh, Badung, Selasa.

Ia mengatakan, sejauh ini penanganan sampah berbasis sumber di wilayah Badung sudah berjalan sangat baik, dan kesadaran masyarakat dalam memilah serta mengelola sampah juga sudah meningkat.

Namun, terdapat satu hal yang masih menjadi tantangan utama dan kendala hingga saat ini yaitu penanganan terhadap sampah residu.

Untuk itu pada kegiatan itu pihaknya menyerahkan bantuan produk ramah lingkungan diantaranya popok kain Bumbi yang dibagikan kepada balita dan pembalut kain Bumbi yang diserahkan kepada remaja putri.

Selain itu, kader posyandu setempat menerima bantuan bibit tanaman cabai untuk mendukung ketahanan pangan mandiri di pekarangan rumah.

Rasniathi Adi Arnawa menjelaskan sampah residu harian rumah tangga memerlukan penanganan khusus karena sifatnya yang sulit terurai.

Menurut dia, penggunaan inovasi produk kain berupa popok dan pembalut kain yang bisa dipakai ulang, dicuci, dan digunakan kembali menjadi salah satu alternatif solusi yang ditawarkan pemerintah daerah.

"Ini adalah langkah konkret dan solusi jangka panjang dalam rangka menekan laju pertumbuhan sampah residu di Badung khususnya yang bersumber dari kebutuhan rumah tangga dan kebersihan pribadi,” jelas dia.

Ia menambahkan melalui program itu Pemkab Badung menargetkan Posyandu tidak sekadar menjadi pusat pelayanan kesehatan ibu dan anak.

“Posyandu saat ini didorong menjadi garda terdepan dalam mengedukasi masyarakat untuk mengadopsi gaya hidup minim sampah, yang dimulai dari lingkup keluarga demi menciptakan lingkungan Badung yang bersih dan berkelanjutan,” pungkas Rasniathi Adi Arnawa.



Pewarta: Naufal Fikri Yusuf/Rolandus Nampu
Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

COPYRIGHT © ANTARA 2026