Badung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Badung merancang penataan dan revitalisasi kawasan pariwisata Kuta secara menyeluruh guna mengembalikan citra Kuta sebagai ikon pariwisata utama di Bali.

“Penataan ini mencakup pembenahan tata ruang, pengentasan kemacetan, hingga restorasi kawasan pantai,” ujar Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa di Mangupura, Jumat.

Ia mengatakan penataan besar tersebut akan mulai dilaksanakan tahun ini dengan fokus awal menciptakan estetika kawasan yang rapi melalui pelebaran jalur pedestrian dan penataan kabel utilitas bawah tanah.

“Kami akan buat estetika kawasan ini secantik mungkin. Pedestrian akan diperlebar kurang lebih sampai 4 meter, dilengkapi taman dan landscape hijau sehingga suasananya nyaman dan layak menjadi kawasan tujuan wisata,” kata dia.

Bupati Adi Arnawa mengungkapkan pihaknya juga telah menginstruksikan jajaran terkait untuk segera menyediakan kantong-kantong parkir terpusat untuk mengatasi kemacetan akibat sempitnya ruas jalan dan maraknya parkir liar.

Langkah itu nantinya akan diikuti dengan penerapan kawasan bebas parkir di sepanjang ruas jalan utama Kuta.

Sebagai kompensasi mobilitas, Pemkab Badung berencana akan memperkenalkan sistem transportasi publik berbasis listrik.

“Nanti akan ada jalur khusus transportasi publik listrik, mungkin dibuat dengan penanda warna tertentu. Jadi masyarakat maupun wisatawan bisa menikmati kawasan Kuta dengan lebih nyaman,” ungkap dia.

Ia menjelaskan penanganan abrasi akan menjadi prioritas utama di sektor penataan pesisir. Saat ini, pemerintah pusat melalui Balai Wilayah Sungai sedang membangun breakwater dari wilayah Tuban hingga Kuta.

Melengkapi proyek tersebut, Pemkab Badung telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp250 miliar untuk melanjutkan penanganan abrasi hingga ke wilayah Canggu.

“Setelah breakwater selesai dan pasir kembali ditata, pantai akan lebih lebar dan nyaman. Setelah itu kami rancang pedestrian pesisir dari Tuban sampai Canggu dirancang memiliki lebar sekitar 8 meter dan dibagi menjadi jalur jogging track serta jalur sepeda listrik,” jelas Bupati Adi Arnawa.

Ia menambahkan masyarakat diminta untuk bersabar karena proses penataan tersebut akan dilakukan secara bertahap. Bupati juga memastikan koordinasi dengan desa adat dan tokoh masyarakat akan terus diperkuat demi kesuksesan visi itu.

“Kami ingin mengembalikan Kuta seperti dulu, sebagai ikon pariwisata, turis, dan surfing yang menjadi kebanggaan Bali,” pungkas Bupati Adi Arnawa.



Pewarta: Naufal Fikri Yusuf/Rolandus Nampu
Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

COPYRIGHT © ANTARA 2026