Denpasar (ANTARA) - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti memuji kreativitas sekolah-sekolah di Bali yang dinilai berhasil mengolah sampah menjadi produk bernilai guna dan mendukung pelestarian lingkungan.

Dalam sambutannya pada Denpasar Education Festival 2026 di Denpasar, Bali, Kamis, Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengaku terkesan dengan inovasi sekolah-sekolah di Bali yang tidak hanya menerapkan konsep reduce, reuse dan recycle, tetapi juga reproduce dalam pengelolaan sampah.

“Saya terus terang saja terkesima oleh sekolah-sekolah di Bali yang mampu mengolah sampah menjadi produk-produk yang bermanfaat,” kata Mendikdasmen.

Menurut dia, penerapan konsep 4R yakni reduce, reuse, recycle dan reproduce menjadi langkah penting dalam membangun budaya ramah lingkungan sejak dini di lingkungan pendidikan.

Mendikdasmen meyakini upaya tersebut akan mendukung Bali tetap menjadi daerah tujuan wisata yang nyaman dan menarik bagi wisatawan.

Ia mengatakan daya tarik utama Bali tidak hanya terletak pada keindahan alam dan budaya, tetapi juga kebersihan lingkungan, keramahan masyarakat, serta kenyamanan bagi siapa saja yang tinggal maupun berkunjung ke daerah itu.

“Pesona Bali adalah pesona pariwisata dan pariwisata itu tentu saja yang menentukan adalah kebersihan lingkungannya, keramahan masyarakatnya, dan kenyamanan siapapun yang tinggal di dalamnya,” ujar Mendikdasmen.

Ia juga mengaku memiliki perhatian besar terhadap isu lingkungan hidup dan aktif dalam kegiatan penanaman pohon.

Menurut dia, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) saat ini terus memperkuat program sekolah aman dan nyaman yang mendorong pendidikan berbasis karakter dan kepedulian lingkungan.

Ia menjelaskan pendidikan harus mengedepankan keseimbangan antara olah pikir, olah rasa, olah raga, dan olah hati, dalam proses pembelajaran.

Selain itu Kemendikdasmen mendorong penerapan pembelajaran mendalam agar siswa tidak hanya memahami teori, tetapi mampu menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari.

“Pembelajaran itu tidak hanya berhenti pada memahami teori, tapi bagaimana mengontekstualisasikan teori ke dalam kehidupan nyata,” kata Mendikdasmen.

Ia menilai pendekatan tersebut akan membuat proses belajar menjadi lebih bermakna karena tidak hanya meningkatkan kecerdasan akademik siswa, tetapi juga mendorong mereka memberi dampak positif bagi lingkungan sekitar.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti juga mengapresiasi kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar terkait pengelolaan sampah dan pembangunan budaya ramah lingkungan yang dinilai dapat diterapkan di daerah lain.

Menurut dia, kebijakan tersebut merupakan gagasan baik yang perlu diperluas agar kesadaran menjaga lingkungan tumbuh di berbagai wilayah.

Selain itu ia menilai Denpasar Education Festival memiliki peran penting sebagai wadah pengembangan potensi, bakat, dan kreativitas generasi muda.

Festival tersebut, kata dia, menjadi ruang aktualisasi bagi pelajar untuk mengekspresikan gagasan dan kreativitas melalui berbagai karya yang mencerminkan kemampuan mereka.

Ia berharap kegiatan tahunan itu terus mendorong semangat pelajar untuk berkembang dan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan.



Pewarta: Rolandus Nampu
Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

COPYRIGHT © ANTARA 2026