Buleleng, Bali (ANTARA) - Dewan Pendidikan Kabupaten Buleleng, Bali memperkuat peran strategis mengawal implementasi konsep tri pusat pendidikan yang melibatkan keluarga, sekolah, dan warga masyarakat di daerah tersebut.
"Upaya ini terus kami lakukan sebagai bagian dari komitmen meningkatkan kualitas pendidikan yang holistik dan berkelanjutan di Buleleng guna mendukung pemerintah daerah," kata Ketua Dewan Pendidikan Buleleng I Made Sedana saat memberikan sambutan pada diskusi pendidikan di Kecamatan Tejakula, Buleleng, Kamis.
Ia menegaskan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga memerlukan sinergi yang kuat dengan lingkungan keluarga dan masyarakat. Ketiga unsur ini harus berjalan selaras agar mampu membentuk karakter dan kompetensi peserta didik secara optimal.
Dalam berbagai forum diskusi dan kegiatan monitoring, Dewan Pendidikan terus berupaya mendorong adanya kolaborasi nyata antar pemangku kepentingan.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah menginisiasi forum komunikasi antara orang tua, guru, dan tokoh masyarakat guna membahas isu-isu pendidikan yang berkembang.
Selain itu, Dewan Pendidikan melakukan pemetaan terhadap berbagai tantangan yang dihadapi dalam implementasi tri pusat pendidikan di antaranya kurangnya keterlibatan orang tua dalam proses pembelajaran, kesenjangan akses pendidikan, serta minim ruang partisipasi masyarakat dalam mendukung kegiatan pendidikan.
"Untuk menjawab tantangan tersebut, sejumlah program inovatif mulai digagas. Kami mendorong pendidikan keluarga mulai digalakkan. Selain, perlu penguatan peran komite sekolah, serta pemberdayaan pemerintah desa dalam mendukung pendidikan karakter berbasis masyarakat," kata dia.
Dalam konteks kebijakan, Dewan Pendidikan telah memberikan pelbagai rekomendasi kepada pemerintah daerah agar lebih memperhatikan penguatan tri pusat pendidikan dalam perencanaan pendidikan.
Kebijakan yang berpihak pada kolaborasi lintas sektor dianggap menjadi kunci keberhasilan implementasi konsep ini.
Selain itu, monitoring dan evaluasi secara berkala untuk memastikan program-program yang dijalankan memberikan dampak nyata. Hasil evaluasi ini kemudian menjadi dasar perbaikan dan pengembangan kebijakan ke depan.
"Partisipasi aktif masyarakat menjadi salah satu indikator keberhasilan tri pusat pendidikan di Buleleng. Oleh karena itu, Dewan Pendidikan terus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terlibat dalam berbagai kegiatan pendidikan, baik formal maupun nonformal," demikian Sedana.
Pewarta: Rolandus Nampu/IMBA PurnomoEditor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026