Denpasar (ANTARA) - Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Bali menyebut kejadian banjir pekan lalu akibat cuaca ekstrem hujan angin tidak mengganggu proses pembelajaran di SMA/SMK se-Bali.
“Tidak terlalu berdampak, jadi proses pembelajaran tetap bisa jalan sampai hari ini,” ucap Kepala Disdikpora Bali Ida Bagus Gde Wesnawa Punia.
Wesnawa di Denpasar, Minggu, menjelaskan saat sejumlah daerah di Bali mengalami banjir terdapat beberapa SMA/SMK baik negeri maupun swasta yang terdampak.
Namun tidak sampai pada kerusakan bangunan, sehingga setelah air surut proses pembelajaran dapat kembali berlangsung.
“Di Denpasar banyak juga SMA/SMK terendam, kalau di Badung yang di daerah selatan perbatasan Denpasar,” ucapnya.
“Kemarin di SMAN 9 Denpasar itu fondasinya tergerus air, tapi sudah kita lakukan perbaikan segera, kami gunakan pola perbaikan oleh penyedia sebelumnya karena belum lewat dari jangka waktu asuransinya jadi tidak mengeluarkan anggaran,” ujarnya menambahkan.
Disdikpora Bali juga mencatat cuaca ekstrem juga membuat sandaran tembok jebol di sekolah di Kabupaten Jembrana, namun karena tidak berdampak pada ruang kelas maka tak membuat proses belajar mengajar terdampak.
“Cuma kami buat rekayasa seandainya memang gedungnya tidak bisa terpakai atau ruang kelasnya tidak bisa terpakai, metode yang digunakan bisa juga dengan sistem daring, tapi hingga saat ini tidak sampai begitu kok,” kata Wesnawa.
Selain tak ada dampak banjir atau bencana akibat cuaca ekstrem di SMA/SMK, sejauh ini Disdikpora Bali juga belum mendapat laporan dampak terhadap pembelajaran di SD maupun SMP di bawah naungan disdikpora kabupaten/kota.
Oleh karena itu, saat ini provinsi belum ada mengeluarkan anggaran belanja tak terduga untuk perbaikan sekolah akibat terdampak cuaca ekstrem.
