Denpasar (ANTARA) - Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfos) Bali memastikan pengguna jaringan internet tanpa kabel (wifi) di rumah tangga dapat mengakses internet dengan normal saat Hari Suci Nyepi.

“Jadinya untuk telepon, SMS, wifi internet, tetap hidup, artinya tidak putus itu untuk komunikasi,” kata Kepala Diskominfos Bali Gede Pramana di Denpasar, Minggu.

Ia mengatakan pemberian akses internet melalui jaringan wifi tidak akan mengurangi esensi Hari Suci Nyepi karena selain hanya berlaku bagi rumah tangga, ia menyakini umumnya masyarakat yang menjalankan Catur Brata Penyepian tidak memanfaatkan internet wifi.

“Tidak akan mengurangi (esensi Nyepi) itu kembali kepada kita kan, bahkan walaupun tidak ada imbauan melarang kalau kita sebagai umat yang taat ya kita tidak akan menggunakan internet,” ujar Kepala Diskominfos Bali.

Menurut dia, dengan masih ada jaringan interner maka masyarakat bisa berkomunikasi dan mendapat informasi apalagi untuk kebutuhan mendesak seperti pemanfaatan di rumah sakit.

“Tempat-tempat strategis itu diizinkan hidup, itu harus tetap komunikasi jalan kemudian di rumah kembali saya ingatkan, di rumah yang sudah ada wifi tetap kok nyala itu,” ucap Gede Pramana.

Di luar itu, lanjut diam, seperti jaringan operator seluler dan IPTV dipastikan akan mati selama 24 jam mulai 19 Maret pukul 06.00 WITA hingga 20 Maret 2026 pukul 06.00 WITA.

“Bukan tidak mengeluarkan sinyal, tetapi paket data seluler dinonaktifkan, IPTV juga dimatikan,” kata dia.

Diskominfos Bali sudah bersurat ke Kementerian Komdigi berisi permohonan agar dilakukan rapat bersama para perusahaan operator seluler dan televisi.

Umumnya pemerintah pusat yang akan menjembatani pertemuan tersebut, kemudian menjelang data seluler dinonaktifkan mereka akan menyiarkan pesan informasi ke para pelanggan di Bali.



Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

COPYRIGHT © ANTARA 2026