Kenaikan harga BBM tidak berdampak signifikan karena sektor industri telah menggunakan BBM dengan harga pasar (nonsubsidi).
"Kebijakan pengurangan subsidi BBM yang akan berujung kenaikan harga BBM, pada dasarnya tidak berdampak signifikan terhadap struktur biaya produksi. Hal itu dimungkinkan karena sektor industri telah menggunakan BBM dengan harga pasar (nonsubsidi)," tuturnya.
Meski begitu, menurut dia, kenaikan harga BBM bersubsidi akan sedikit berdampak pada kenaikan biaya transportasi, sehingga akan berdampak pada sektor yang menggunakan jasa-jasa transportasi, termasuk sektor industri.
"Namun, tidak terlalu signifikan terhadap peningkatan biaya produksi," ucapnya, menegaskan.
Dia menuturkan kenaikan harga BBM (premium 44 persen dan solar 22 persen) memang akan berdampak langsung pada peningkatan biaya transportasi masing-masing sebesar 23.8 persen dan 11,9 persen. (*/WRA)
Pewarta: Oleh Juwita Trisna Rahayu: I Gede Wira Suryantala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.