Denpasar (ANTARA) -
Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar menerbitkan peringatan dini tinggi gelombang laut yang diperkirakan mencapai empat meter di Bali pada 21-24 Januari 2026.
“Waspadai potensi angin kencang di perairan utara dan selatan Bali,” kata Kepala BBMKG Wilayah III, Cahyo Nugroho di Denpasar, Bali, Selasa.
Berdasarkan kondisi sinoptik, pihaknya menganalisis bahwa pada periode itu pola angin di wilayah perairan utara dan selatan Bali bergerak dari dari arah barat daya-barat laut dengan kecepatan diperkirakan hingga 30 knot atau hingga 55 kilometer per jam.
Adapun ketinggian gelombang laut hingga empat meter itu diperkirakan berpeluang terjadi di Selat Bali bagian selatan, Selat Badung, Selat Lombok bagian selatan dan perairan selatan Bali.
Sedangkan di perairan utara Bali dan Selat Lombok bagian utara diperkirakan mencapai 2,5 meter.
BBMKG Denpasar juga memperkirakan pada 20-21 Januari 2026, ketinggian gelombang laut untuk wilayah penyeberangan dari Padangbai, Sanur dan Kusamba masing-masing menuju pulau wisata Nusa Penida di Kabupaten Klungkung diperkirakan mencapai 2,5 meter.
Kecepatan angin diprakirakan hingga 25 knot dengan kondisi cuaca hujan.
Sedangkan penyeberangan dari Padangbai, Karangasem, Bali, menuju Lembar di Nusa Tenggara Barat pada periode itu diperkirakan mencapai hingga 2,5 meter dengan kecepatan angin diperkirakan hingga 30 knot.
Ia menjelaskan kondisi angin dan gelombang laut berisiko terhadap keselamatan pelayaran.
Adapun pengguna perahu nelayan diminta mewaspadai kecepatan angin lebih dari 15 knot atau sekitar 27 kilometer per jam dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.
