Badung (ANTARA) - Dinas Perikanan, Kabupaten Badung, Bali, akan menyasar 10 desa dalam pelaksanaan program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) 2026 setelah menuntaskan program serupa untuk 2025.
“Program ini akan kembali menyasar 10 desa yang akan ditentukan bersama Dinas Kesehatan dan DP2KBP3A Kabupaten Badung,” ujar Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Badung I Nyoman Suardana di Mangupura, Rabu.
Ia menjelaskan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan telah dilakukan sepanjang 2025 dengan menyasar masyarakat berpotensi stunting, ibu hamil, dan balita di berbagai desa di Badung.
Menurut dia, program tersebut merupakan salah satu upaya Pemkab Badung dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mengonsumsi ikan.
“Ikan ini merupakan sumber protein hewani yang bergizi yang bermanfaat guna mendukung penurunan angka stunting serta peningkatan gizi keluarga,” jelas dia.
Nyoman Suardana mengatakan untuk tahun 2026 pihaknya akan membagikan paket olahan ikan kepada masyarakat meliputi olahan ikan nila, ikan lele, serta abon tuna.
“Kami juga melakukan penyaluran 350 paket untuk penanganan masyarakat yang sudah dikategorikan stunting setiap bulan selama satu tahun,” kata dia.
Ia menambahkan, melalui sosialisasi dan edukasi pada program itu, masyarakat diharapkan tidak hanya mengonsumsi ikan saat ada pembagian dari pemerintah saja, tetapi menjadikannya bagian dari pola makan sehari-hari.
“Pemerintah hadir memberikan stimulus agar kesadaran konsumsi ikan meningkat sehingga tingkat konsumsi ikan di Kabupaten Badung terus naik,” tambah Nyoman Suardana.
