Gianyar, Bali (ANTARA) -
Pemerintah Kabupaten Gianyar, Bali bersama Badan Pusat Statistik (BPS) setempat mengadakan literasi statistik kepada aparat pemerintahan hingga di tingkat desa menjelang pelaksanaan sensus ekonomi 2026, untuk mendukung akurasi data dalam menyusun kebijakan.“Kami jadikan literasi statistik sebagai fondasi dalam pembangunan Gianyar yang lebih cerdas, inklusif dan berkelanjutan,” kata Staf Ahli Ekonomi dan Pembangunan, Ni Made Mirnawati di sela literasi statistik di Gianyar, Bali, Selasa.
Menurut dia, sektor pariwisata, industri kreatif UMKM dan usaha formal/informal terus berkembang dan menjadi penopang aktivitas ekonomi di Gianyar.
Untuk itu, perlu data akurat untuk menyusun kebijakan perencanaan pembangunan yang tepat sasaran dan meningkatkan daya saing usaha dalam mendorong kesejahteraan masyarakat.
Pihaknya juga memperkuat kolaborasi data dengan Badan Pusat Statistik (BPS) agar hasil sensus dan survei dimanfaatkan optimal pemerintahan di tingkat kecamatan dan desa.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Gianyar Maria Iin Maidiana mengharapkan literasi dapat memberi pemahaman dan dukungan kepada pihak eksternal terhadap sensus ekonomi 2026.
Adapun sensus ekonomi diadakan setiap 10 tahun sekali untuk memotret kondisi perekonomian Tanah Air.
“Sensus ini menjadi momentum penting bagi pemerintah dalam menyediakan data dasar seluruh kegiatan ekonomi, meliputi struktur, karakteristik usaha, dan ekonomi digital dan ekonomi lingkungan,” ucap Maria.
Untuk mendukung sensus ekonomi 2026, BPS mengadakan rekrutmen petugas sensus secara terbuka melalui laman daring, mitra.bps.go.id.
Ia mengharapkan kolaborasi dan dukungan dari seluruh pemangku kebijakan terkait untuk menghasilkan data sensus ekonomi 2026, yang akurat.
Dalam literasi itu, Maria menjadi pemateri terkait sensus ekonomi yang diikuti perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para camat dan lurah serta perbekel (kepala desa) se-Kabupaten Gianyar.
Sebagai gambaran, dalam sensus ekonomi sebelumnya BPS mencatat seluruh usaha/perusahaan non pertanian dengan pelaku usaha dari pemerintah, lembaga nonprofit, korporasi, hingga rumah tangga.
