Denpasar (ANTARA) - Salah satu perajin kendang asal Bali bernama I Gusti Bagus Widiat Puja (35) mengaku terbantu dengan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp500 juta.
Hal ini disampaikan saat Akad Massal Kredit Usaha Rakyat (KUR) 800 ribu Debitur Penciptaan Lapangan Kerja dan Peluncuran Kredit Program Perumahan (KPP) di Denpasar, Selasa.
“Ini sangat membantu bunganya kecil, dan uang ini untuk nambah bahan karena di samping perajin kendang saya juga buat panggul gamelan jadi perlu gabah, kayu, kulit, biar perbanyak stok,” kata Bagus Puja.
Usaha pembuatan kendang khas Bali sendiri sudah ia tekuni sejak kecil, menjadi usaha kriya turun temurun keluarga mulai dari era kakek puluhan tahun lalu.
Kondisi ekonomi dan persaingan usaha saat ini membuatnya membutuhkan modal tambahan dan pekerja tambahan sehingga bisa memproses produk lebih banyak, apalagi saat ini hasil karyanya banyak dibeli tak hanya dari dalam Bali melainkan luar Bali seperti Lampung dan Sulawesi.
“Seperti membeli kayu sering rebutan banyak perajin kendang kita, kalau sedikit modalnya lambat dapat kayu harus tunggu lagi, makanya mending ambil stok kayunya, setelah jadi proses lagi, ini untuk karyawan juga ada empat orang pekerja dan rencananya nambah lagi,” ujarnya.
KUR dari Bank BPD Bali yang ia terima sendiri bunganya kurang dari 1 persen, sehingga rencananya pria asal Abian Kapas, Denpasar, itu akan mencicil Rp7,8 juta tiap bulan selama 5 tahun.
Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan rasa senangnya atas program dari pemerintah pusat ini, sebab UMKM di Bali akan sangat terbantu dan penyerapan lapangan kerja lebih tinggi.
“Saya bangga Bali 103 ribu UMKM (mendapat KUR) dari 800 ribu nasionalnya, jadi porsinya cukup besar, artinya UMKM di Bali hidup dan pembinaannya bagus dari Dinas Koperasi Bali maupun kabupaten/kota, dengan adanya KUR ini, saya berharap usahanya makin maju, produktif, berkembang dan bisa memajukan perekonomian Bali,” kata dia.
Pemprov Bali sendiri menargetkan sektor UMKM menjadi sektor penunjang ekonomi setelah pariwisata, apalagi jika diproyeksikan dari 103 ribu penerima bisa memiliki pekerja mencapai 300 ribu orang jika melibatkan setidaknya tiga karyawan.
Gubernur mendorong agar pelaku usaha UMKM di Bali menjalankan usahanya dengan baik sehingga memperoleh untung dan dapat membayar cicilan.
Dalam kesempatan ini masing-masing penerima mendapat KUR Rp10 juta-Rp500 juta, Koster meyakini masyarakat Bali memiliki kesadaran diri dan kejujuran tinggi, terbukti dari rendahnya kredit macet, sehingga ia meyakini proses pengembalian lancar dibarengi pengawasan dari pihak bank dan pembinaan dinas koperasi.
