Denpasar (ANTARA) - Sekretaris Daerah (Sekda) Bali Dewa Made Indra melakukan proses penyerahan santunan kepada keluarga korban meninggal dunia akibat banjir besar pada Rabu (10/9).
“Santunan ini diberikan sebagai bagian dari upaya Pemprov Bali dalam memberikan dukungan kepada keluarga korban yang terdampak, termasuk mereka yang mengalami kerugian akibat banjir,” kata dia di Denpasar, Jumat.
Kegiatan itu sebagai kedua ini, setelah sebelumnya Pemprov Bali menyerahkan bantuan kepada 12 korban di Denpasar, sedangkan kali ini dilakukan kepada satu korban meninggal dunia lainnya di Denpasar atas nama Amin Suwandi yang jasadnya baru ditemukan pada Senin (15/9).
Nominal santunan dari Pemprov Bali Rp15 juta, sebelumnya terhadap ahli waris 12 korban diberikan Rp45 juta dengan catatan tambahan santunan dari Pemkot Denpasar dan Kementerian Sosial, namun pada kesempatan ini baru santunan dari pemerintah provinsi yang cair.
Terhadap hak almarhum Amin Suwandi, diterima langsung oleh ahli warisnya bernama Doa Miftah Ul Suwandi yang ditemani kakaknya, Bayu Candra Permana.
Amin Suwandi korban yang terseret arus saat banjir besar di Perumahan Griya Selaras, Ubung Kaja, dan ditemukan di DAM Tirta Gangga di Jalan Kertanegara, tak jauh dari lokasi setelah pencarian hari keenam.
“Penyerahan santunan ini dilakukan sebagai bentuk perhatian dan solidaritas pemerintah terhadap korban banjir yang melanda beberapa wilayah di Bali,” ucapnya.
Ia juga mengucapkan belasungkawa atas tragedi banjir besar yang menimpa masyarakat Bali.
Terhadap korban yang masih dirawat, ia berharap, segera pulih dan dapat beraktivitas seperti biasa.
Ia menjamin pemerintah daerah terus berkomitmen memantau situasi dan memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan, sekaligus berupaya memperbaiki kondisi pasca-bencana sehingga banjir besar tidak terulang pada masa mendatang.
“Atas nama Pemprov Bali, kami menyampaikan turut berbelasungkawa, semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan,” ujarnya.
Hingga dicabut status tanggap darurat bencana di Bali, tercatat 18 korban meninggal dunia dan empat orang hilang tersebar di Denpasar, Jembrana, Badung, dan Gianyar.
Hingga saat ini, pemerintah sudah menyalurkan santunan kepada ahli waris 13 korban meninggal dunia dan ratusan masyarakat, terutama pedagang terdampak banjir.
Baca juga: Pemprov Bali cabut status tanggap darurat bencana banjir
Baca juga: Pemprov Bali serahkan santunan ke keluarga korban banjir
