Denpasar (ANTARA) - Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa mendorong Pramuka menjadi penggerak dalam menyukseskan program pengelolaan sampah berbasis sumber di Kota Denpasar.
Saat menghadiri puncak peringatan HUT Ke-64 Pramuka Tahun 2025 Kwartir Cabang Denpasar di Gedung Dharma Negara Alaya Lumintang Denpasar, Rabu, Arya Wibawa menyampaikan mengenai pengelolaan sampah berbasis sumber yang ada di Kota Denpasar.
Di hadapan para generasi muda Pramuka, Arya Wibawa memaparkan berbagai upaya penanggulangan sampah di Kota Denpasar. Salah satu fokusnya adalah optimalisasi pengelolaan sampah berbasis sumber, termasuk TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle), Teba Modern, Bank Sampah, dan pusat komposting.
Dia menjelaskan Pramuka merupakan salah satu panutan bagi generasi muda sejak dini, maka keberadaannya memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan kepedulian sosial.
Menurutnya, salah satu permasalahan yang dihadapi saat ini adalah persoalan sampah, maka generasi muda, khususnya anak-anak Pramuka, diharapkan dapat turut serta berperan aktif dalam melaksanakan pemilahan sampah di lingkungannya masing-masing, baik di lingkungan keluarga maupun di institusi pendidikan.
Hal ini menunjukkan Pramuka bukan hanya sekadar wadah pembinaan generasi muda, tetapi juga merupakan kekuatan sosial yang nyata dalam membangun kesadaran dan kebiasaan baik di masyarakat.
Arya Wibawa juga menekankan peranan strategis Gerakan Pramuka, yang merupakan garda terdepan dalam membangun budaya disiplin, keteladanan, dan tanggung jawab.
Arya Wibawa ingin mengajak dan mendorong anak-anak Pramuka untuk menjadikan gerakan peduli sampah sebagai bagian dari Dharma Bakti.
"Jika adik-adik Pramuka bisa melakukannya dengan konsisten, maka keluarga akan meniru. Jika keluarga meniru, masyarakat pun akan bergerak. Dan bila masyarakat bergerak, maka Denpasar akan benar-benar menjadi kota bersih, kota berbudaya, dan kota yang lestari,” ungkap Wawali Arya Wibawa.
Wawali Arya Wibawa juga mengatakan peringatan Hari Pramuka sesungguhnya adalah momentum berharga untuk merenungkan perjalanan gerakan Pramuka yang selama 64 tahun telah menjadi wadah pembentukan watak, kepribadian, dan karakter generasi muda bangsa tahun ini.
Lebih lanjut, Arya Wibawa mengatakan Gerakan Pramuka bukan hanya sebuah organisasi kepanduan, melainkan sarana nyata dalam pembentukan karakter generasi muda.
Dengan keberadaannya di sekolah, keluarga, dan lingkungan masyarakat, Pramuka berfungsi sebagai kekuatan sosial yang mampu membentuk kedisiplinan, gotong royong, kepedulian, serta jiwa kepemimpinan.
“Saya melihat semangat gerakan Pramuka sejalan dengan Visi Kota Denpasar yaitu Kota kreatif berbasis budaya menuju Denpasar maju. Kota Denpasar adalah kota yang terus tumbuh dan bergerak dinamis. Kreativitas menjadi motor penggerak, budaya menjadi jiwa, dan keharmonisan menjadi tujuan,” ujar Arya Wibawa.
