Kuta, Bali (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali menggenjot pemanfaatan sistem pembayaran digital Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) merata di seluruh wilayah Pulau Dewata melalui program literasi QRIS Jelajah Indonesia (QJI).
“Kami undang duta QRIS untuk sosialisasi transaksi digital,” kata Advisor BI Bali Indra Gunawan Sutarto di sela pelaksanaan QJI, di Kuta, Kabupaten Badung, Sabtu.
Ada 57 tim yang berpartisipasi dalam program itu di Bali yang terdiri dari pelajar sekolah menengah atas (SMA), mahasiswa dan masyarakat umum berusia 17 hingga 35 tahun.
Mereka akan menyosialisasikan transaksi QRIS yang mudah, cepat dan praktis kepada masyarakat.
Selain itu, mereka juga menyosialisasikan gerakan cinta, bangga dan paham terhadap mata uang rupiah sebagai salah satu simbol kedaulatan Indonesia.
Ia optimistis program edukasi itu terserap optimal karena tingkat penerimaan masyarakat Bali tergolong kuat meski harus terus digalakkan sosialisasi agar merata.
“Akseptasi masyarakat Bali kuat dan baik dan mudah-mudahan ke depan dengan berbagai program kolaborasi bersama Pemprov Bali akan meningkatkan transaksi digital,” ujarnya lagi.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Bali Luh Ayu Aryani mengharapkan edukasi transaksi digital dapat mendorong perekonomian masyarakat Pulau Dewata.
“Edukasi dan mendorong masyarakat Bali bertransformasi sistem pembayaran digital salah satunya melalui QRIS, sehingga ekonomi Bali makin meningkat,” katanya.
BI Bali menargetkan pengguna QRIS di Bali hingga akhir 2025 mencapai 1,5 juta hingga 2 juta.
Sementara itu, transaksi menggunakan QRIS di Bali mencatatkan kinerja yang positif berdasarkan data BI Bali, selama semester pertama 2025 sudah ada 996,3 ribu gerai usaha menggunakannya atau tumbuh 16 persen dibandingkan periode sama 2024.
Usaha mikro mendominasi penggunaan QRIS mencapai hampir 56 persen.
Sedangkan total volume transaksi mencapai 64 juta kali transaksi, dan jumlah pengguna mencapai 1,1 juta pengguna atau tumbuh enam persen dibandingkan 2024.
Namun, sebaran volume transaksi QRIS masih didominasi di Bali Selatan atau 91,5 persen di Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan.
Baca juga: BI Bali genjot sistem QRIS lintas negara sasar turis Jepang
Baca juga: BPD Bali layani transaksi QRIS di Jepang
Baca juga: Diplomat Jepang akui sistem pembayaran QRIS lebih maju
Baca juga: Bank Indonesia Bali bukukan digitalisasi pembayaran pajak tembus Rp6,45 triliun
