Jembrana, Bali (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Jembrana, Bali mengolah bahan pangan lokal dengan takaran gizi yang seimbang untuk mengatasi stunting.

"Bahan pangan lokal jika diolah dengan cara yang benar dan kreatif, akan menjadi sajian kuliner yang enak dan bergizi," kata Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna, saat membuka lomba kuliner berbasis pangan lokal di Negara, Kabupaten Jembrana, Bali, Kamis.

Dia mengatakan sosialisasi bahan-bahan pangan lokal yang mudah diakses masyarakat harus terus dilakukan, sehingga mempermudah pemenuhan gizi bagi keluarga.

"Salah satunya dari lomba-lomba semacam ini, yang menjadikan bahan pangan lokal sebagai dasar penilaian utama," katanya.

Dengan pengetahuan terhadap bahan pangan bergizi yang terdapat di lingkungan sekitar, menurut dia, program pemerintah dalam mencegah dan menghilangkan stunting akan lebih mudah dilakukan.

Selain beras sebagai makanan pokok, kata dia, jenis bahan pangan lain yang lebih mudah ditanam juga dibutuhkan untuk pemenuhan gizi keluarga.

"Ada banyak bahan pangan sebagai sumber karbohidrat, sumber protein serta sumber vitamin dan mineral yang menjadikan kualitas gizi lebih baik. Bahan-bahan itu harus kita kenalkan kepada masyarakat berikut cara mengolahnya," katanya.

Dari resep yang diciptakan peserta lomba ini, dia minta ditularkan kepada publik, sehingga masyarakat yang berminat bisa mempraktikkan kuliner dari bahan pangan lokal tersebut sebagai menu sehari-hari.

Dengan mengembangkan dan mengolah bahan pangan lokal, menurut dia, juga akan menopang program ketahanan pangan.

Selain Wakil Bupati Jembrana, lomba kuliner ini juga dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Putri Koster serta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkominda) Jembrana.

Dari penilaian juri, dari perwakilan lima kecamatan di Kabupaten Jembrana, Kecamatan Negara meraih juara satu, disusul Kecamatan Melaya juara dua dan Kecamatan Pekutatan juara tiga.


Baca juga: Pemkab Badung bagikan paket olahan ikan cegah stunting

Baca juga: Pemkab Bangli percepat penurunan stunting

Baca juga: BGN sosialisasi MBG tekan stunting di Nusa Penida

Baca juga: Kemenkes sebut prevalensi stunting Bali terrendah di RI

Baca juga: Pemkab Badung cegah stunting lewat kampanye Gemarikan



Pewarta: Gembong Ismadi/Rolandus Nampu
Editor : Widodo Suyamto Jusuf

COPYRIGHT © ANTARA 2026