Jembrana, Bali (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Jembrana memfasilitasi program dua bus gratis sebagai tahap awal untuk kegiatan tirta yatra atau perjalanan suci dalam rangka persembahyangan ke pura-pura di luar kabupaten.
"Sebagai rintisan, sewa bus itu menggunakan uang pribadi dulu. Saya menyediakan dua bus gratis," kata Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan di Negara, Kabupaten Jembrana, Sabtu.
Dengan adanya bus gratis itu ia berharap bisa meringankan beban ekonomi masyarakat terkait biaya transportasi yang kian meningkat.
Selain itu, juga mendukung keselamatan di jalan raya dan menekan kepadatan lalu lintas karena mengurangi mobilisasi kendaraan pribadi.
Kemudian, umat Hindu bisa berangkat bersama-sama dengan lebih aman, sehingga faktor kelelahan karena berkendara jarak jauh dapat diminimalkan.
"Sebagai tahap awal, bus gratis ini kami sediakan untuk warga yang akan mengikuti upacara Karya Agung di Pura Besakih dan Pura Ulun Danu Batur," imbuhnya.
Dua unit bus gratis itu menjadi program uji coba sembari melihat respons masyarakat sebelum dijadikan program tetap Pemkab Jembrana.
“Kami siapkan dua unit bus dulu. Kami lihat manfaatnya dan bagaimana respons warga. Kalau responnya bagus, ke depan akan kami jadikan program tetap pemerintah daerah,” ujar Bupati.
Bupati Kembang Hartawan juga menambahkan beberapa program awalnya juga dimulai dari sumbangan pribadi, seperti rumah singgah bagi warga Jembrana di Denpasar.
Menurut dia, rumah singgah yang kerap digunakan sebagai tempat tinggal warga Jembrana yang keluarganya menjalani perawatan di Rumah Sakit Ngoerah di Sanglah, Denpasar awalnya menggunakan rumah pribadi miliknya secara gratis.
Setelah pemkab memiliki anggaran dan menemukan rumah lain yang cocok, kemudian lokasinya dipindah dan menjadi program tetap Pemkab Jembrana.
"Demikian juga mobil antar jemput untuk pasien yang menjalani rawat jalan ke rumah sakit di Denpasar. Awalnya menggunakan mobil pribadi kami, sekarang Pemkab Jembrana sudah memiliki beberapa unit mobil untuk pelayanan tersebut," katanya.
Pewarta: Rolandus Nampu/Gembong IsmadiEditor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026