Buleleng, Bali (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Buleleng menyalurkan lima alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa traktor dan 10 unit paket pemeliharaan irigasi dengan total bantuan senilai Rp1 miliar.
"Program ini adalah salah satu upaya strategis untuk menyokong alat pertanian mekanisasi dan membantu infrastruktur pertanian. Kami inginkan para petani terbantu dengan bantuan yang diberikan," kata Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra di Singaraja, Jumat.
Menurut dia, setiap paket senilai Rp100 juta dilaksanakan secara padat karya oleh kelompok tani/subak.
Bantuan ini merupakan hasil koordinasi intensif Pemkab Buleleng dengan Kementerian Pertanian.
Pihaknya memaparkan salah satu permasalahan dalam pertanian di Buleleng yang harus ditangani dalam mendukung kemandirian pangan ialah sistem irigasi yang menyebabkan produktivitas pertanian belum optimal di sejumlah wilayah.
Oleh karena itu, pemerintah daerah terus mendorong percepatan perbaikan jaringan irigasi agar distribusi air ke subak-subak dapat berjalan maksimal. Pada 2026, Pemkab Buleleng menargetkan rehabilitasi sekitar 40 saluran irigasi.
“Dengan terpenuhinya kebutuhan air, diharapkan produksi dari masing-masing subak sawah dapat meningkat, sehingga target kemandirian pangan di Kabupaten Buleleng bisa tercapai.” ujarnya
Selain itu, Pemkab Buleleng juga mendorong peran aktif subak dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan daerah dengan insentif pajak. Pemerintah memberikan keringanan pajak hingga 90 persen bagi lahan yang masuk dalam Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B) guna menekan alih fungsi lahan.
Kebijakan ini sekaligus menjadi upaya menjaga ketersediaan pangan yang berdampak langsung pada kesehatan dan produktivitas masyarakat. Dengan demikian, dukungan dan komitmen bersama dari para petani menjadi kunci dalam menjaga ketahanan pangan daerah.
"Saya berharap subak-subak tetap aktif berproduksi guna memenuhi kebutuhan pangan di Kabupaten Buleleng. Kebijakan keringanan pajak hingga 90 persen ini merupakan komitmen kami agar lahan sawah tetap lestari dan tidak dialihfungsikan.” tegasnya
Ke depannya, Sutjidra menekankan akan terus memperkuat dukungan sektor pertanian secara menyeluruh.
Melalui penyediaan bibit, pupuk bersubsidi, pendampingan, serta peningkatan sistem pengairan.
Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian sekaligus mendorong kesejahteraan petani. Ia juga menyampaikan, di tengah tantangan alih fungsi lahan akibat tekanan pembangunan, pemerintah telah menetapkan Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B) sebagai lahan yang dilindungi guna menjaga keberlangsungan produksi pertanian.
“Kami berkomitmen tidak memberikan izin alih fungsi lahan di kawasan KP2B demi menjaga keberlanjutan produksi pangan. Jika lahan sawah terus berkurang, maka produksi beras akan menurun, dan itu sudah kami antisipasi sejak dini," paparnya
Pewarta: Rolandus Nampu/IMBA PurnomoEditor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.