Buleleng, Bali (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng, Bali, bersama Yayasan Swatantra Pangan Nusantara (YSPN) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memperkuat kolaborasi dalam membangun ketahanan pangan nasional melalui program swasembada pangan berbasis sekolah.

"Kami menyampaikan apresiasi kepada YSPN dan Kemendagri yang telah memberikan pendampingan secara berkelanjutan dalam penguatan ketahanan pangan di Kabupaten Buleleng," kata Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra dalam keterangan di Buleleng, Minggu.

Menurut dia, Pemkab Buleleng mendukung pengembangan berbagai program edukasi pangan di lingkungan sekolah, sekaligus penguatan komoditas unggulan lokal.

"Meski kemampuan fiskal daerah tergolong terbatas, keterlibatan pihak yayasan dan pemerintah pusat melalui berbagai gagasan kreatif sangat membantu kami dalam menjaga ketahanan pangan, sekaligus menggerakkan potensi UMKM lokal," ujar Sutjidra.

Ia mencontohkan pengembangan komoditas anggur di wilayah Kecamatan Banjar dan sekitarnya yang dinilai memiliki potensi untuk terus dikembangkan sebagai salah satu komoditas unggulan daerah.

Sementara itu Ketua Pembina YSPN Sudrajat mengatakan ketahanan pangan merupakan salah satu fondasi utama dalam menjaga ketahanan dan keberlangsungan suatu bangsa.

Ia menilai persoalan regenerasi petani menjadi tantangan yang perlu mendapatkan perhatian serius, karena sebagian besar petani Indonesia saat ini telah berusia di atas 50 tahun.

"Ketahanan pangan adalah pilar pertahanan bangsa. Jika struktur pangan tidak terjamin, suatu bangsa bisa goyah. Melalui sekolah, kita mengajak generasi muda mengenal pertanian, belajar menanam, serta memanfaatkan teknologi modern seperti kecerdasan buatan dan bibit hibrida unggul," katanya.

Sudrajat mengatakan pendekatan berbasis sekolah penting dilakukan untuk menumbuhkan kesadaran pangan sejak dini, sekaligus memperkenalkan pertanian sebagai sektor yang memiliki prospek bagi generasi muda.

Dalam kesempatan tersebut YSPN juga mengapresiasi keberhasilan demplot pertanian di Kabupaten Buleleng yang mampu menghasilkan produktivitas panen hingga 10,7 ton per hektare.

Dewan Pembina YSPN Prof. Akmal Malik menambahkan pembangunan ketahanan pangan tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga harus diikuti dengan penguatan kapasitas sumber daya manusia.

Menurut dia, sekolah menjadi salah satu ruang strategis untuk membangun kesadaran generasi muda mengenai pentingnya pangan, pertanian, dan kelestarian lingkungan.

"Kita harus menyiapkan anak-anak muda agar siap menjaga keberlanjutan pangan pada masa depan. Kolaborasi nonpemerintah melalui lembaga seperti YSPN hadir untuk mengisi celah sekaligus menyatukan semangat gotong royong demi kepentingan NKRI," ujar Akmal.

Pihaknya juga berharap pengembangan program berbasis sekolah dapat menjadi gerakan bersama yang melibatkan pemerintah, dunia pendidikan, masyarakat, dan sektor nonpemerintah.

Penyerahan penghargaan tersebut juga diberikan kepada SMP Negeri 1 Singaraja dan SMK Negeri 3 Singaraja. Dengan pelaksanaan program tersebut, Kabupaten Buleleng diharapkan dapat menjadi salah satu daerah percontohan nasional dalam mengintegrasikan pendidikan lingkungan, pertanian sekolah, dan ketahanan pangan berbasis komunitas.

Program tersebut sekaligus diarahkan untuk membentuk generasi muda yang tidak hanya memiliki pengetahuan akademik, tetapi juga memiliki kesadaran terhadap pentingnya kemandirian pangan dan keberlanjutan lingkungan.



Pewarta: Rolandus Nampu/IMBA Purnomo
Editor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026