Jembrana, Bali (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Jembrana, Bali melakukan koordinasi lintas sektoral termasuk dengan pihak swasta dan masyarakat untuk mengatasi banjir di daerah tersebut.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana I Putu Agus Artana Putra di Jembrana, Selasa mengatakan salah satu titik rawan banjir yang akan dikoordinasikan lintas sektoral untuk mengatasinya adalah wilayah Banjar/Dusun Tirtakusuma, Desa Candikusuma, Kecamatan Melaya.
"Pembuangan air hujan di banjar itu terhalang tanggul penahan abrasi pantai. Hal itulah yang kami koordinasikan agar bisa membangun drainase di sempadan tanggul tersebut," kata Agus.
Dia mengatakan tidak adanya saluran pembuangan ke laut serta posisi kawasan pemukiman yang rendah, membuat banjir di wilayah tersebut butuh waktu lama untuk surut.
Menurut dia, banjir di dusun pesisir ini selain dari air hujan, juga berasal dari luapan sungai serta pembuangan air dari jalan raya yang posisinya lebih tinggi.
"Banjir pada Senin petang lalu juga penyebabnya sama. Semoga drainase pembuangan ke laut bisa segera dibangun," katanya.
Untuk mewujudkan hal itu, kata dia, pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum, pemerintah Desa Candikusuma, pemerintah Kecamatan Melaya, masyarakat setempat, serta pemilik tambak yang ada di lokasi.
Dari pantauan BPBD, dia mengatakan, sebanyak 16 rumah warga terendam saat banjir Senin (27/4) petang lalu setelah hujan lebat turun di wilayah tersebut.
Saat hujan lebat Senin (27/4), Polsek Melaya juga melakukan pemantauan di wilayahnya dan melaporkan beberapa titik banjir.
Selain di Desa Candikusuma, laporan Polsek Melaya menyebutkan banjir juga terjadi di setra/kuburan Adat Sarikuning, Desa Tukadaya yang menyebabkan dua ekor sapi warga hanyut namun bisa diselamatkan.
Banjir juga dilaporkan terjadi akibat luapan sungai yang menghubungkan Banjsr Anyar Sari Kangin dengan Banjar Modingsari, mengakibatkan satu pengendara sepeda motor sempat terseret namun berhasil selamat.
Pewarta: Rolandus Nampu/Gembong IsmadiEditor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026