Denpasar (ANTARA) - Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Bali ingin tahun-tahun berikutnya kuota haji untuk jamaah asal Bali naik seiring dengan lamanya masa tunggu.

“Ya mudah-mudahan tahun depan lah (naik), karena kita itu kan kalau dihitung-hitung masa tunggu kita (Bali) di angka 28 tahun ya, mudah-mudahan, yang jelas sekarang ini kan disamakan bahwa daftar tunggu itu 26 tahun di seluruh Indonesia,” kata Kepala Kanwil Kemenhaj Bali  Mahmudi.

Mahmudi di sela pelepasan jamaah haji menyebut hingga saat ini belum ada perubahan pada porsi haji Bali yaitu 698 orang.

Sementara minat Umat Muslim di Bali mendaftarkan diri terus meningkat, sehingga jika dihitung dengan kuota haji saat ini rata-rata masa tunggu bisa menyentuh 28 tahun.

Untuk meyakinkan pemerintah pusat, Kemenhaj Bali mengajak Umat Muslim semakin berbondong-bondong mendaftarkan diri sehingga kuota ditambah.

“Jadi nanti mudah-mudahan dihitung lagi, karena kalau kita masa tunggunya agak lama gitu 27 atau 28 tahun sedangkan aturan kita kan 26, sehingga kuota bisa nambah biar masa tunggu kita di 26 tahun,” ujarnya.

“Berarti kan harus nambah jamaah haji kita, mudah-mudahan ini tahun ini bisa meningkat para jemaah haji kita untuk mendaftar,” sambung Mahmudi.

Saat ini sendiri jumlah calon jemaah haji dalam daftar tunggu Kemenhaj Bali sekitar 5 ribu orang, namun karena hendak mengajukan penambahan kuota mereka akan mendata ulang untuk memastikan angka.

Mahmudi melihat di Bali sendiri tren Umat Muslim mendaftar haji semakin meningkat seiring dengan terus membaiknya ekonomi masyarakat.

Hingga saat ini wilayah asal pendaftar terbanyak dari Kota Denpasar, bahkan musim haji tahun ini saja dari 698 kuota haji sebanyak 221 calon haji berasal dari Denpasar.

“Ya artinya jamaah haji kita itu ekonominya baik, kedua kesadaran untuk menunaikan ibadah haji itu tentunya lebih bagus ya, sehingga antusias untuk mendaftar itu lebih banyak, kalau nanti antusias lebih banyak akan tentunya akan mendapat tambahan kuota,” tuturnya.



Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026