Denpasar (ANTARA) - Pertamina Patra Niaga melalui unit operasi Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Ngurah Rai menginisiasi pengelolaan sampah anorganik di Kedonganan, Kabupaten Badung, Bali, untuk mengurangi timbulan sampah.
"Kolaborasi yang kuat dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan bukanlah hal yang mustahil," kata Manager Komunikasi, Relasi dan TJSL Pertamina Patra Niaga Wilayah Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara Ahad Rahedi di Denpasar, Bali, Selasa.
Program tersebut yakni sistem manajemen pengelolaan lingkungan dengan menjadikan Tempat Pengelolaan Sampah Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali) dan Recycle (mendaur ulang) atau TPS3R Kedonganan Ngardi Resik sebagai garda depan mengurangi sampah di tempat pemrosesan akhir (TPA).
Caranya dengan pemilahan sampah anorganik bernilai jual, seperti botol plastik, kaleng, kertas, kardus dan untuk sampah organik akan dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan kompos.
Baca juga: Negara segitiga koral ungkap Bali bisa bebas sampah plastik
Program itu memanfaatkan penggunaan teknologi digital melalui kode batang (barcode) pada masing-masing tong yang tersedia di rumah para pelanggan. Ia menyebutkan penggunaan barcode dalam penilaian pemilahan sampah organik dan anorganik ini menjadi yang pertama untuk TPS3R di Bali.
Setiap harinya sekitar 9 ton sampah baik organik, anorganik dan residu dikumpulkan dari masyarakat.
TPS3R itu tidak hanya mengurangi limbah tetapi juga memberikan nilai ekonomi bagi anggotanya yang diberikan upah untuk pemenuhan kehidupan mereka.
Sebanyak 5,8 persen kepala keluarga miskin di Kelurahan Kedonganan dilibatkan dan diberikan upah setara upah minimum provinsi (UMP) Bali.
Ada pun UMP Provinsi Bali pada 2025 adalah sebesar Rp2.996.561.
Baca juga: Kemendagri ajak swasta buat kajian aspal plastik buat jalan daerah
Sebanyak 25 orang menjadi anggota TPS3R Kedonganan Ngardi Resik sekaligus menjadi penerima manfaat secara langsung dari program.
Kemudian terdapat 3.249 orang penerima manfaat tidak langsung yaitu mereka yang merasakan manfaat berupa lingkungan yang bersih.
Dengan adanya TPS3R itu, lanjut dia, sebanyak 952 kepala keluarga telah menjadi pelanggan dan sampah rumah tangganya dapat dikelola.
Sementara itu, Ketua TPS3R Kedonganan Ngardi Resik Wayan Widiantara mengungkapkan program itu membantu masyarakat mengelola sekaligus mengedukasi pengelolaan sampah.
"Sekarang selain lingkungan menjadi lebih bersih, masyarakat juga belajar memilah sampah dengan benar sehingga bisa mengurangi limbah yang dibuang ke TPA," ujarnya.
