Denpasar (ANTARA) - Kepolisian Daerah Bali dipimpin Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya dan Wakapolda Bali Brigjen Pol. Komang Sandi Arsana menanam jagung di lingkungan Asrama Polisi Abian Timbul, Denpasar, Bali, Rabu.
Penanaman jagung ini merupakan bagian dari program ketahanan pangan pemerintah yang diinisiasi oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan pemberdayaan lahan-lahan di lingkungan kepolisian.
Kapolda Bali menyampaikan kegiatan ini bukan hanya sebagai bentuk dukungan terhadap program nasional, namun juga sebagai upaya membangun kemandirian pangan dan mempererat hubungan antara institusi kepolisian dengan masyarakat sekitar.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin menunjukkan bahwa Polri tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga peduli terhadap kebutuhan dasar masyarakat, termasuk ketahanan pangan,” kata Irjen Pol Daniel Adityajaya.
Penanaman jagung ini dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia, yang terpusat di Mabes Polri dan disiarkan langsung ke seluruh Polda dan Polres jajaran.
Kapolda Bali berharap kegiatan tersebut dapat menjadi langkah awal yang berkelanjutan dalam pemanfaatan lahan milik institusi serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan di tengah tantangan global saat ini.
Secara terpisah, Polsek Kuta Selatan menanam jagung di lahan perhutanan sosial bertempat di Jalan Subak Temu Dewi, Desa Pecatu, Kuta Selatan.
Kegiatan penanaman jagung itu dilakukan di atas lahan seluas 20 are.
Kapolsek Kuta Selatan Kompol I Komang Agus Dharmayana saat dikonfirmasi menyampaikan kegiatan ini merupakan bentuk nyata sinergitas antara Polri, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan.
"Kami di Polsek Kuta Selatan sangat mendukung penuh program pemerintah dalam upaya mencapai swasembada pangan. Kegiatan penanaman jagung serentak ini tidak hanya menjadi bagian dari program ketahanan pangan nasional, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap kesejahteraan masyarakat dan keberlangsungan profesi petani di wilayah kami," ujar Kompol I Komang Agus.
