Denpasar (ANTARA) -
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Bali mengungkapkan distribusi Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bali Utara merupakan yang terbanyak selama Januari-Mei 2025.
“Ini sinyal bagus bahwa dana sudah mulai bergulir, terdistribusi ke daerah yang dulunya lebih kecil,” kata Kepala Kanwil DJPb Bali Muhamad Mufti Arkan, di Denpasar, Bali, Senin.
DJPb mencatat jumlah debitur KUR di Bali paling banyak tersebar di Kabupaten Buleleng dengan realisasi mencapai 10.141 orang, dengan nominal mencapai Rp503,6 miliar hingga Mei 2025.
Menurut dia, diperkirakan terjadi pertumbuhan pelaku usaha mikro kecil di Bali Utara itu yang mengakses layanan keuangan untuk mendukung kinerja usaha.
Ada pun sektor usaha yang banyak menyerap KUR, yakni perdagangan besar dan eceran mencapai 40,45 persen, pertanian 21,42 persen, dan jasa mencapai 12 persen.
Baca juga: KUR di Bali cair Rp3,25 triliun
Meski Buleleng paling tinggi jumlah debitur KUR, namun secara nominal Kota Denpasar masih yang paling besar yakni mencapai Rp703,9 miliar yang diserap oleh hampir 7.500 debitur.
Sedangkan di tempat selanjutnya, realisasi nominal KUR di Bali yakni Kabupaten Badung mencapai Rp669,9 miliar kepada 7.591 debitur dan Kabupaten Gianyar mencapai 7.792 debitur dengan nominal Rp607,5 miliar.
Dengan realisasi itu, ia berharap distribusi keuangan tidak hanya berpusat di Bali Selatan tapi merata di seluruh Bali.
DJPb Bali mencatat jumlah total debitur KUR di Bali mencapai 58.145 debitur hingga Mei 2025 atau turun 6,37 persen dibandingkan periode sama 2024.
Ada pun debitur tersebut paling banyak kategori kredit mikro mencapai 47.219 debitur, dengan rentang nilai kredit mulai Rp10 juta hingga Rp100 juta.
Realisasi KUR diserap mayoritas kategori mikro mencapai Rp2,38 triliun dan KUR kecil mencapai Rp1,7 triliun di Bali.
Sedangkan total nilai penyaluran keseluruhan mencapai Rp4,14 triliun, juga mengalami kontraksi 12,85 persen.
Kontraksi tersebut diperkirakan, karena pelaku UMKM masih ragu mengajukan kredit di tengah kondisi ekonomi yang tidak stabil.
Baca juga: OJK ungkap serapan KUR di Bali capai Rp10,81 triliun
