Chicago (Antara Bali) - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange (NYMEX) mengalami penurunan satu hari terbesar sejak 1980 pada Senin (Selasa pagi WIB).
Penurunan tajam tersebut memperpanjang kemerosotan harga emas untuk kedua sesi berturut-turut dan mendorong pasar lebih lanjut ke wilayah "bears" (lesu).
Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Juni anjlok 140,3 dolar AS, atau 9,27 persen, menjadi menetap di 1.361,1 dolar AS per ounce. Tingkat penutupan terendah untuk kontrak paling aktif sejak Februari 2011, menurut data FactSet.
Harga memperlihatkan persentase penurunan satu hari terbesar mereka sejak Februari 1983. Sementara penurunan dolar satu hari pada emas tersebut merupakan yang terbesar sejak Januari 1980 dan terbesar kedua dalam sejarah.
Emas jatuh di bawah 1.400 dolar AS per ounce, setelah jatuh ke dalam pasar bearish pada minggu lalu karena optimisme bahwa pemulihan AS akan mengekang kebutuhan untuk stimulus dan memangkas permintaan untuk perlindungan kekayaan, serta kekhawatiran penjualan emas oleh bank sentral dari Eropa, didorong oleh rencana penjualan kepemilikan emas Siprus, menurut analis pasar. (GDE)
