"Saya melihat kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) yang berlaku sejak 2006 dari strukturnya tidak maksimal untuk mengembangkan sisi afektif dan psikomotorik siswa. Selama ini kurikulum yang ada lebih menekankan kemampuan kognitif siswa," kata pengamat yang juga akademisi Universitas Mahasaraswati itu, di Denpasar, Jumat.
Menurut dia, dengan adanya rencana perubahan kurikulum dan mulai Desember 2012 dilakukan uji publik atas kurikulum itu, menjadi langkah tepat pemerintah untuk melakukan pembenahan di bidang pendidikan.
"KTSP selama ini sangat sarat muatan, yang pada akhirnya sampai menyebabkan siswa kekurangan waktu bermain. Padahal dengan bermain merupakan wahana untuk pembentukan karakter, mengembangkan kreativitas, serta menjalin kerja sama," ucapnya.
Baginya perubahan kurikulum yakni melalui perampingan mata pelajaran dapat memberikan porsi waktu yang lebih besar bagi siswa untuk memaksimalkan kemampuan psikomotorik dan afektif. Termasuk perubahan kurikulum dengan penerapan sistem kredit semester (SKS) bagi siswa.
"Artinya peluang untuk siswa yang pintar menamatkan pendidikan lebih cepat. Tidak mesti setiap siswa harus enam tahun di SD, tiga tahun di SMP dan SMA," ucapnya.
Ia menyampaikan pembenahan kurikulum pelajaran itu di 2013 direncanakan Kemendikbud difokuskan untuk siswa kelas IV, VI, VII dan X. (LHS/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.