Badung, Bali (ANTARA) - Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Badung, Bali, Rasniathi Adi Arnawa berupaya mewujudkan PAUD holistik integratif di wilayah itu guna mengoptimalkan tumbuh kembang anak.
“Kami akan membawa semangat dan ilmu untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, tenaga pendidik, dan masyarakat dalam mewujudkan PAUD holistik integratif,” ujar Rasniathi Adi Arnawa dalam keterangannya di Mangupura, Bali, Jumat.
PAUD holistik integratif adalah penanganan anak usia dini secara utuh (menyeluruh) yang mencakup layanan gizi dan kesehatan, pendidikan dan pengasuhan, serta perlindungan.
Upaya itu dilakukan, kata dia, untuk mengoptimalkan semua aspek perkembangan anak yang dilakukan secara terpadu oleh berbagai pemangku kepentingan di tingkat masyarakat, pemerintah daerah, dan pusat.
Rasniathi Adi Arnawa menjelaskan penguatan PAUD di daerah harus menyentuh tiga aspek utama, yaitu pelayanan pendidikan yang inklusif, pemberdayaan keluarga sebagai pendidik pertama dan utama, serta peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik.
Menurut dia, peran Bunda PAUD sejalan dengan semangat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Badung yang selama ini aktif dalam pembinaan keluarga dan pemberdayaan perempuan.
“Keluarga adalah fondasi utama. Melalui kolaborasi antara Bunda PAUD, DWP, dan berbagai elemen masyarakat, kami bisa menciptakan lingkungan belajar yang sehat, penuh kasih, dan mendukung tumbuh kembang optimal anak-anak kita,” kata dia.
Ia mengatakan Kabupaten Badung berkomitmen memperluas akses dan kualitas layanan PAUD dengan pendekatan kolaboratif dan berkelanjutan.
“Kami akan terus berinovasi agar setiap anak mendapat kesempatan yang sama untuk tumbuh menjadi generasi yang cerdas, sehat, berkarakter, dan berdaya saing. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab moral kami sebagai orang tua dan pendidik,” kata dia.
