"Bantuan rumah bagi masyarakat kurang mampu itu diberikan dalam bentuk bahan bangunan yang penggarapannya dilakukan masyarakat secara bergotong royong," kata Kepala Dinas Sosial Bali, Drs Nyoman Puasha Aryana, MSI di Denpasar, Sabtu.
Ia mengatakan, pihaknya sedang melakukan seleksi terhadap warga yang berhak mendapat bantuan bahan bangunan.
Selain kucuran dana pemerintah pusat, Pemprov Bali juga menyediakan dana untuk membangun 325 unit rumah layak huni.
Pembangunan perumahan tersebut akan dilaksanakan di Kabupaten Karangasem 100 unit, Buleleng 100 unit, Bangli 75 unit dan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung 50 unit.
"Pengadaan rumah layak huni dilakukan secara terpadu, selain dana pemerintah pusat dan APBD Bali juga berasal dari pengusaha maupun BUMN/BUMD," tutur Puasha Aryana.
Ia menjelaskan, pengadaan rumah untuk keluarga miskin di Bali 2009 sebanyak 200 unit hampir sama dengan tahun sebelumnya.
Pengadaan rumah tersebut 100 unit dibiayai pemerintah pusat dan 100 unit oleh Pemprov Bali berupa bantuan bahan bangunan.
Kedelapan kabupaten dan satu kota di Bali juga mempunyai program bedah rumah bagi masyarakat miskin, yang jumlahnya sesuai dengan kemampuan pendanaan masing-masing Pemkab.
Puasha Aryana menjelaskan, Gubernur Bali Made Mangku Pastika dalam mempercepat pengentasan kemiskinan merangkul para pengusaha termasuk BUMN/BUMD untuk ikut ambil bagian membangun rumah layak huni bagi keluarga kurang mampu.
Masyarakat Bali yang menyandang katagori miskin tercatat 134.804 kepala keluarga (KK), paling banyak terdapat di Kabupaten Buleleng 45.187 KK, menyusul Karangasem 35.921 KK, Bangli 13.451 KK dan Kabupaten Tabanan 11.624 KK.
Sedangkan di kabupaten Klungkung juga terdata masyarakat miskin 7.988 KK, Jembrana 5.727 KK, Kota Denpasar 3.571 KK dan Badung 3.826 KK miskin.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.