Gianyar (Antara Bali) - Transmigran asal Kabupaten Gianyar, Bali, ditempatkan di Desa Langkoroni, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara.
    
Kepastian tempat tersebut didapat Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Gianyar, I Ketut Suweta, saan memberikan sosialisasi kepada 10 keluarga calon transmigran, Jumat.
    
Ke-10 keluarga calon transmigran itu berasal dari Kecamatan Ubud, Kecamatan  Tampaksiring, Kecamatan Tegallalang, dan Kecamatan Payangan. "Mereka akan berangkat ke lokasi transmigran pada bulan Desember mendatang," katanya.
    
Sebelumnya para calon transmigran asal Kabupaten Gianyar yang berjumlah 57 keluarga itu akan ditempatkan di satu kabupaten di Kalimantan Tengah.
    
"Namun setelah kami cek, lokasi transmigrasi di Kalteng ternyata tidak cocok karena lahan gambut, berair, rawa-rawa, dan banyak akar kayu. Makanya, kami terus meminta Pemkab Muna untuk menyediakan lahan bagi warga kami," katanya.
    
I Nyoman Suteja, calon transmigran asal Banjar Panglan, Desa Pejeng Kangin, Kecamatan Tampaksiring, telah bertekad untuk memulai hidup baru di daerah kepulauan terpencil yang jauh dari kampung halamannya itu.
    
"Tekad kami sudah bulat karena di Bali kami tidak punya lahan garapan," kata pria berusia 36 tahun yang akan bertransmigrasi bersama istri, dua anaknya berusia delapan tahun dan 3,5 tahun, serta ayahnya yang sudah berusia renta.
    
Suteja selama ini bekerja sebagai kuli bangunan, sedangkan ayahnya buruh tani. "Begitu dapat upah langsung habis hari itu juga. Dengan menggarap lahan di daerah lain, kami ingin hidup lebih baik," katanya menuturkan.(IPA/M038)



: Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026