Denpasar (Antara Bali) - Australia membuka pendaftaran program pertukaran tokoh muda Muslim Indonesia-Australia 2010 dengan batas akhir lamaran 4 Desember 2009.

Siaran pers Kedubes Australia di Jakarta yang diterima ANTARA di Denpasar, Rabu menyebutkan, tokoh muda Muslim berprestasi tinggi dianjurkan untuk mengikuti program hubungan antaragama yang bergengsi ini.

"Mereka akan menjadi duta internasional bagi Muslim Indonesia. Ini adalah kesempatan emas bagi pemuda dan pemudi Muslim di Indonesia dan Australia untuk meningkatkan saling pengertian antarumat beragama, bekerjasama dan saling menghargai serta merayakan perbedaan yang terdapat di kedua negara," ujar Duta Besar Australia Bill Farmer.

"Program ini memasuki tahun kedelapan dan menjadi model yang sangat dihargai dalam memupuk dialog antaragama. Program pertukaran Muslim Australia-Indonesia bertujuan untuk membangun jaringan antara komunitas Muslim kedua negara," katanya.

Sebagai bagian dari proses seleksi yang independen dan ketat, katanya, para kandidat akan diwawancarai oleh panel yang terdiri dari Profesor Virginia Hooker dari Universitas Nasional Australia, Profesor Merle Ricklefs dan Phillip Knight dari Universitas Melbourne serta Rowan Gould dari Dewan Islam Victoria.

Menurut dia, Universitas Paramadina Jakarta telah berperan sebagai mitra yang sangat berharga dan koordinator program di Indonesia sejak permulaan program ini.

Program ini didanai oleh pemerintah Australia melalui Lembaga Australia Indonesia. Selama dua dasawarsa terakhir, lembaga ini telah menjalankan peran sangat penting dalam membina persahabatan dan pengertian antara Australia dan Indonesia.

"Pembinaan itu dilakukan melalui berbagai proyek di bidang seni, musik, pendidikan, kepemudaan, masyarakat madani, keyakinan antarumat beragama, kajian Australia, media dan olahraga," katanya.

Informasi mengenai program ini dan proses lamaran tersedia di www.indonesia.embassy.gov.au dan www.paramadina.ac.id. Lamaran dibuka sampai 4 Desember 2009.(*)


: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026