Direktur Utama XL Hasnul Suhaimi dalam keterangan tertulisnya menyebutkan Rabu, tergerusnya laba disebabkan tingginya beban interkoneksi dan beban langsung yang mencapai Rp1,306 triliun. Angka ini mengalami kenaikan 7,04 persen dari Rp1,220 triliun pada semester I-2011.
"Beban operasional XL juga meningkat 31,97 persen dari Rp2,624 triliun pada semester I-2011 menjadi Rp3,463 triliun," kata Hasnul seraya menyebutkan, perseroan memeroleh keuntungan dari kurs sebesar Rp192,883 miliar dalam enam bulan pertama 2012, dibandingkan sebelumnya mencatatkan kerugian Rp38,378 miliar.
Perseroan juga berhasil menekan beban gaji dan kesejahteraan karyawan sekitar 0,59 persen dari Rp482,786 miliar pada semester I-2011, kini tercatat Rp479,915 miliar. Selain itu, biaya amortisasi turut turun tipis dari Rp36,171 miliar pada semester I-2011 menjadi Rp36,170 miliar pada semester I-2012.
Operator seluler ini juga mampu mengantongi pendapatan usaha sebesar Rp10,170 triliun. Angka ini meningkat 12,53 persen dari Rp9,037 triliun pada semester I-2011. Hingga semester I-2012, XL mencatatkan aset sebesar Rp34,261 triliun. Sepanjang 2011, total aset terbukukan sebesar Rp31,170 triliun.
Pada penutupan perdagangan di BEI, Selasa (31/7), saham EXCL turun 50 poin (0,80 persen) menjadi Rp6.150 dengan volume perdagangan 5.603 lembar saham senilai Rp17,271 miliar.(*/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.