"Selama 38 tahun, baru sekarang orang Indonesia dipercaya dan terpilih menjadi Presiden AIBD," kata Niken dalam pesan elektronik yang diterima ANTARA, Minggu.
Menurut Niken, yang menjadi anggota AIBD saat ini bukan lagi radio televisi se-Asia Pasifik, tetapi juga lembaga-lembaga internasional.
"Sebelum menjadi Presiden AIBD, saya masuk dalam tim Strategic Plan AIBD yang menyususn platform kebijakan penyiaran internasional," ujar Niken.
Platform kebijakan tersebut, lanjut Niken, menyangkut konten sesuai isu global, regional dan lokal, perkembangan teknologi digital, konvergensi dan sosial media, manajemen dan bisnis.
"Selain bergabung dalam tim Strategic Plan, saya juga anggota tim yang membahas Deklarasi Bangkok 2003+10 yang secara resmi mulai diberlakukan setelah konferensi besar tersebut," ungkap Niken.
AIBD adalah lembaga nirlaba yang didirikan oleh para menteri penerangan di seluruh kawasan Asia Pasifik sejak 38 tahun yang lalu.(LHS/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.