"Kami harapkan dari pimpinan proyek dan pemkot sebelum melanjutkan pembangunan proyek tersebut melakukan acara ritual. Kita ini hidup di Bali yang tidak lepas dari hubungan manusia dengan alam. Alam sendiri tidak hanya alam nyata, tapi juga alam gaib (niskala)," kata anggota Badan Kehormatan DPRD Denpasar Made Mirta di Denpasar, Kamis.
Ia mengatakan, pembangunan di lokasi tersebut secara alam gaib, menurut paranormal, adalah "tenget" atau angker. Karena itu harus dibuatkan suatu ritual agar bahaya itu tidak terulang lagi.
Oleh karena itu, kata dia, sebelum melakukan pembangunan seharusnya dilakukan upacara selamatan.
"Ke depannya kami harapkan jangan mengabaikan yang sudah menjadi tradisi di Pulau Bali, seperti menggelar upacara 'pecaruan' atau upacara keharmonisan alam," kata politikus Partai Demokrat itu.
Sementara itu, Kepala Bagian Humas dan Protokol Kota Denpasar Ida Bagus Rahoela mengaku sependapat dengan usul yang disampaikan anggota Badan Kehormatan DPRD Denpasar.(LHS/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026