"Aktivitas agrowisata terintegrasi antara sektor pertanian dengan sarana berwisata," kata Prof Windia yang juga ketua grup riset sistem subak Unud di Denpasar, Senin.
Ia mengatakan, lahan pertanian di wilayah organisasi pengairan tradisional bidang pertanian (subak) terutama di daerah pedesaan memiliki potensi besar dalam pengembangan agrowisata.
"Kondisi fisik lahan, fenomena alam perdesaan, proses produksi pertanian, pengemasan hingga bentuk berbagai hasil olahannya sebagai buah tangan akan mendukung pengembangan sektor pariwisata," ujar Prof Windia yang juga ketua badan penjaminan mutu Unud.
Windia menjelaskan, jenis aktivitas rekreasi dalam kawasan agrowisata antara lain kegiatan mengolah lahan hingga pemetikan hasil, menjala ikan dan kegiatan olahraga.
Wisatawan mancanegara dapat berbaur dengan petani dalam penjualan hasil produksi, termasuk rekreasi yang berhubungan dengan budaya, pendidikan dan kreativitas estetika.(*/T007)
: Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026