"Dari hasil pemeriksaan dan diskusi kami mengetahui jika bayi tersebut mengalami kelainan bawaan, yakni kembar siam dempet dada perut," kata salah seorang anggota tim dokter RSUD Dr Soetomo, Poerwadi SpB SpBA, usai pemeriksaan, di Denpasar, Jumat.
Dia mengatakan, memang secara kasat mata jantungnya memang terpisah, namun perlu diperhatikan resiko kelainan bawaan lainnya.
Sebab, lanjut Poerwadi, seorang dari bayi kembar siam tersebut mengalami pembesaran kepala akibat kelebihan cairan atau hydrocephalus.
"Jaringan otaknya sudah sangat tipis karena tebalnya hanya sekitar setengah sentimeter. Kelainan ini tidak bisa dikoreksi," ujarnya.
Begitu juga dengan saudaranya, lanjut dia, juga mengalami kelainan pada kepala yang mengecil atau microchepaly serta jantungnya bocor.
"Kami menyimpulkan bayi kembar siam tersebut setiap saat bisa meninggal dunia dan peluangnya cukup kecil jika melihat kondisinya," katanya.(IGT)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.