Gianyar, Bali (ANTARA) -
“Hari ini saya distribusikan lagi bantuan bagi masyarakat yang masih tercecer saat pembagian sebelumnya dikarenakan terkendala beberapa hal seperti, baru memiliki KK, ada yang tidak memperoleh bantuan stimulus setelah diverifikasi oleh Provinsi, serta adanya masyarakat yang dulunya dianggap mampu namun tetap membutuhkan bantuan dan diperbolehkan oleh Undang-undang,” ujar Bupati Gianyar I Made Mahayastra, melalui siaran pers Diskominfo Gianyar.
“Selain kebijakan untuk membantu masyarakat di tengah pandemi, pembagian bantuan sembako merupakan program strategis, sebagai salah satu wujud nyata saya sebagai Bupati Gianyar dalam membantu meringankan beban masyarakat Gianyar,” tambah Bupati.
Baca juga: Sekdakab Gianyar pimpin pelepasliaran 10.000 tukik di Pantai Saba
Awalnya ia meyakini jika ada yang tercecer tidak lebih dari 1000 orang. Untuk itu, bupati kembali memerintahkan kepala desa untuk mendata kembali masyarakat Gianyar yang masih tercecer dan terverifikasi sebanyak 3.606 KK.
“Melihat keluhan masyarakat yang belum tersentuh bantuan, saya mengulang kembali membuat video yang saya sebar melalui akun resmi pemerintah daerah untuk kembali mendata jikalau ada saudara kita yang belum mendapat bantuan dan bukan dari ASN, TNI, POLRI, Pensiunan, Perangkat Desa serta bantuan lainnya yang bersumber dari pusat maupun daerah,” tegasnya.
“Saya umumkan lagi sekali siapapun yang merasa tercecer belum juga menerima bantuan sekarang pendaftarannya bukan ke camat atau kades sekarang mendaftar ke bupati,” tandasnya.
Baca juga: Bupati Gianyar terima penghargaan dari BPS
Semua bantuan yang diberikan kepada masyarakat merupakan barang yang dibeli dari masyarakat Gianyar atau produk hasil petani Gianyar terkecuali minyak dan sabun.
