"Memang selama tiga hari lalu, warga Denpasar nihil dari positif COVID-19. Tapi Kamis (7/5) pagi, saya dapat laporan ternyata ada empat warga positif, yakni seorang warga berdomisili di Desa Dangin Puri Klod dan, tiga orang di Desa Peguyangan," kata Juru Bicara Satgas Gugus Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Denpasar, Dewa Gede Rai, di Denpasar, Kamis.
Dewa Rai menjelaskan tiga kasus positif COVID-19 di Desa Peguyangan adalah kasus transmisi lokal yang menimpa satu keluarga. Dari hasil penelusuran yang dilakukan oleh tim surveilance Satgas COVID-19 Kota Denpasar diketahui bahwa kasus ini bermula dari kedatangan ayah dan ibunya dari Buleleng pada (26/4) lalu ke Denpasar yang dikabarkan karena menderita sakit.
Setelah sampai di Denpasar sempat menginap beberapa hari di rumah anaknya di Peguyangan. Selanjutnya sempat memeriksakan kesehatan di sebuah klinik di Denpasar sebelum akhirnya dirawat opname di RSUD Wangaya. Karena dalam masa pandemi COVID-19, tim medis RSUD Wangaya melakukan tes lanjutan (test swab) pada (3/5) dan hasilnya positif.
Baca juga: Pemkot Denpasar bersama Satgas Kelurahan Penatih tekan peningkatan COVID-19
Karena ayahnya dinyatakan positif, kata Dewa Rai, selanjutnya tim satgas selanjutnya kembali melakukan pemeriksaan kepada istri, anak dan menantunya dilakukan dengan tes laboratorium lanjutan pada (6/5) selanjutnya pada (7/5) hasil tes tersebut keluar dan ketiganya dinyatakan positif. Untuk menghindari penularan lagi ketiga warga ini dirujuk ke RS Wangaya untuk menjalani perawatan.
Sementara untuk kasus di Desa Dangin Puri Kelod ini, kata Dewa Rai, adalah merupakan imported case dari daerah terjangkit yakni dari Kota Manado. Dari hasil tracing diketahui warga yang terjangkit ini adalah seorang pria umur 38 tahun yang bekerja di sebuah BUMN di Denpasar.
Warga ini datang ke Denpasar pada 10 April lalu dalam rangka tugas di Bali, kemudian Senin (4/5/2020) muncul gejala demam dan dibawa di RSUP Sanglah, kemudian Rabu (6/5/2020) diambil spesimen dan Kamis (7/5/2020) keluar hasil swab dan dinyatakan positif.
Melihat kedua kasus ini Dewa Rai mengingatkan agar masyarakat lebih disiplin lagi. "Penularan virus corona masih terjadi, saya mengharapkan agar masyarakat tetap berhati-hati dalam menerima siapapun, termasuk keluarga sekalipun. Dalam masa pandemi COVID-19, protokol kesehatan harus diterapkan," kata Dewa Rai.
Ia menambahkan hal itu yang mendorong kenapa Walikota Denpasar mengimbau dan mengeluarkan instruksi untuk melakukan pengawasan dan pengetatan wilayah agar penularan kasus baru dapat dicegah karena semua daerah di Bali dan di Indonesia sudah terjangkit.
"Mari kita bersama-sama ikut berperan serta dalam pencegahan COVID-19, untuk sementara tunda dulu perjalanan, demikian juga warga yang masuk ke Denpasar juga harus diawasi dengan ketat. Inilah perlunya dukungan serta partisipasi semua pihak untuk memutus rantai wabah COVID-19," ucapnya.
Baca juga: Wabup Badung pantau Posko Pencegahan COVID-19 di Kuta Selatan
Di sisi lain, kata Dewa Rai yang juga Kabag Humas dan Protokol Denpasar ini, bahwa kabar baik juga berembus, jumlah pasien virus corona atau COVID-19 yang dinyatakan sembuh di Denpasar terus bertambah. Jumlahnya pun sama dengan yang positif COVID-19 per hari Kamis (7/5), yakni empat orang yang masing-masing berasal dari Desa Dangin Puri Klod, Desa Ubung Kaja, Kelurahan Sesetan dan Kelurahan Renon.
Dengan melihat perkembangan di atas, maka total sampai saat ini sudah 38 orang pasien positif telah dinyatakan sembuh di Kota Denpasar setelah menjalani perawatan di rumah sakit, sedangkan yang terkonfirmasi positif COVID-19 secara akumulatif sebanyak 62 orang.
"Rinciannya adalah 38 sembuh, dua orang meninggal dunia, dan 22 orang masih dalam perawatan," katanya.
Menurut dia, tingkat kesembuhan pasien positif COVID- 19 terus meningkat. “Ini memberikan kabar menyejukkan dan rasa semangat serta optimisme kepada pasien yang masih di rawat di rumah sakit. Mudah-mudahan kedepan, pasien yang sembuh terus meningkat, sehingga kasus pandemi COVID-19 bisa ditekan," kata Dewa Rai.
Namun demikian, angka penambahan kasus positif juga masih terus bergerak naik, sehingga masyarakat harus lebih waspada dan mengikuti arahan pemerintah, serta membiasakan diri menerapkan PHBS, cuci tangan pakai sabun di air mengalir, serta selalu menggunakan masker.
Dewa Rai juga mengingatkan masyarakat agar tetap disiplin dan waspada, menerapkan protokol kesehatan, jangan sampai lengah, karena virus corona masih ada di tengah tengah masyarakat.
"Dengan kesadaran dan kedisiplinan semua pihak, saya yakin pandemi COVID- 19 bisa segera berakhir. Kuncinya adalah disiplin, jujur, solidaritas dan gotong-royong," kata Dewa Rai.
Pewarta: I Komang SupartaEditor : Adi Lazuardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026