Ketua Panitia Denpasar Festival, I Gusti Ngurah Eddy Mulia, Jumat, mengatakan, kegiatan kuliner ini diikuti 12 peserta dari perwakilan desa pakraman (adat) di Ibu Kota Provinsi Bali itu.
"Kami tidak memungkiri salah satu menu kuliner yang masih menjadi favorit atau primadona hingga sekarang adalah babi guling. Penyajian ini sebagai upaya melestarikan kuliner khas Pulau Dewata," katanya.
Ia mengatakan, menu maakanan itu selain rasanya mampu mengundang selera bagi yang menyukai, proses pembuatannya juga menjadi daya tarik wisatawan yang memadati ajang tahunan di Kota Denpasar tersebut.
Berdasarkan kriteria yang telah ditentukan panitia, berat babi yang dimasak berkisar antara delapan hingga 10 kilogram.
"Kegiatan memasak menu ini juga kita lombakan. Oleh karena itu, peserta dituntut menguasai keterampilan, mulai dari meracik bumbu, memasak, hingga penyajian di depan tim juri," katanya.
Proses memasak kuliner ini diberi batas waktu tiga hingga empat jam. Artinya dalam kurun waktu itu peserta harus bisa menyajikan berdasarkan kriteria yang ditetapkan tim juri.
Dari hasil penilaian tim juri peserta wakil Desa Pekraman Kesiman berhasil menyabet juara I. Disusul juara II dari Desa Pedungan dan juara III Desa Pekraman Pagan, sedangkan juara favorit berdasarkan pilihan peserta adalah Desa Pakraman Penatih.
Parwata, juri lomba tersebut mengatakan, kali ini secara kuantitas perserta jauh berkurang dibanding tahun lalu.(I020/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.